PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya (Mura) nomor urut 1 Heriyus-Rahmanto Muhidin, tampil impresif pada debat publik pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mura, Kamis (17/10) pagi.
Debat publik pertama dengan topik peningkatan kesejahteraan rakyat, peningkatan kemajuan daerah dan peningkatan pelayanan publik itu berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Tira Tangka Balang, Puruk Cahu.
Dalam debat tersebut, Heriyus menyatakan, Heriyus-Rahmanto bertekad untuk mewujudkan “Mura Hebat”, yang semakin maju dan sejahtera menuju Mura Emas 2030.
“Hebat merupakan akronim dari Harmonis, Ekonomi Maju, Bermartabat, Amanah dan Tangguh untuk menuju Mura Emas 2030,” kata Heriyus.
Pada debat tersebut, Heriyus-Rahmanto juga berjanji untuk melanjutkan semua program yang telah dilaksanakan pemerintah terdahulu (Perdie-Rejikinoor) yang masih belum selesai, serta melanjutkan program-program yang masih kurang tepat sasaran.
“Artinya kami tidak mengubah program pemerintah terdahulu, tetapi kami akan melanjutkan. Itu visi kami,” ungkapnya.
Heriyus juga mengungkapkan untuk menyempurnakan program terdahulu mereka memiliki program unggulan dan prioritas dengan tujuh kartu.
“Tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat Mura menuju Mura Emas 2030 yang akan datang. Artinya mengembangkan Kabupaten Mura menjadi daerah yang makmur dan maju dalam waktu lima tahun ke depan,” ujarnya.
Rahmanto menambahkan, selain sembilan program unggulan yang berkaitan dengan kepentingan pribadi dan personal masyarakat, ada juga tiga program prioritas yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas Mura.
Kartu Prakerja menjadi bagian dari program prioritas pertama karena permasalahan pengangguran di Mura, terutama pada anak muda generasi Z, masih menjadi masalah besar.
Program bantuan langsung tunai, yang berbeda dengan BLT dan Dana Desa APBN, juga menjadi Kartu Hebat kedua yang diunggulkan pasangan Heriyus-Rahmanto.
“Kartu Hebat bersumber dari APBD Mura, ini akan diberikan kepada anak yatim piatu, orang tua jompo miskin, penyandang cacat disabilitas, dan orang tua yang sudah tidak produktif dengan usia di atas 60 tahun, dan kami pastikan program Kartu Hebat ini tidak akan tumpang tindih dengan program BLT APBN,” ujarnya.
Selain program Kartu Hebat, pasangan Heriyus-Rahmanto juga menawarkan lima program unggulan lainnya. Program Kartu Hebat Sehat Plus, Kartu Pintar Santri, Kartu Pintar Teologia di Mura.
“Selanjutnya Kartu Hebat Mura Cerdas dan Kartu Hebat Mahasiswa Mura, akan diimplementasikan demi kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Kemudian ada Program Kartu Hebat fasilitas kredit UMKM dan IKM Mura juga menjadi program andalan pasangan tersebut. Rahmanto juga menegaskan, Heriyus-Rahmanto akan meningkatkan tunjangan kesejahteraan bagi damang kepala adat, mantir adat, penghulu, guru ngaji, guru sekolah minggu dan ketua RT/RW di Kabupaten Mura. Selain itu, mereka juga akan meningkatkan tambahan penghasilan bagi semua guru dan tenaga kesehatan, baik yang berstatus sebagai ASN, P3K maupun honorer.
Selanjutnya terkait dengan peningkatan kemajuan daerah keduanya akan memperbaiki infrastruktur yang berada di kecamatan dan kelurahan.
“Ini menjadi skala prioritas kami, dan akan kami diberikan perhatian lebih, Tanpa infrastruktur yang baik, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi akan terganggu. Infrastruktur yang memadai dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mempermudah aksesibilitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi,” urainya.
Dalam debat itu, Heriyus-Rahmanto menunjukkan komitmen yang serius untuk mewujudkan Mura Hebat. Dengan program-program unggulan dan prioritas yang dikemas dalam Kartu Hebat, mereka optimis dapat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Mura.
Sesuai dengan motto yang mereka usung “Mura Hebat” akan semakin maju dan sejahtera menuju “Mura Emas” 2030. jef











