PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sri Widanarni, menghadiri kegiatan Ekspos Laporan Akhir Larap Tahap I Bendungan Muara Juloi, yang diselenggarakan oleh Kementerian PUPR, Selasa (26/11) di Palangka Raya.
Asisten Ekbang Sri Widanarni menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyambut baik, dan sangat mendukung rencana pembangunan Bendungan Muara Juloi tersebut. Berkaitan dengan hal itu, maka pada tahun 2025 yang akan datang terkait dengan pengadaan tanah, keberadaan masyarakat yang ada di sekitar kawasan yang akan menjadi lokasi tersebut, tentunya harus menjadi perhatian kita bersama.
“Namun demikian, kita juga harus memperhatikan, bagaimana masyarakat yang ada di sekitar kawasan ini, tentunya mereka tidak hanya dipindahkan begitu saja, tetapi juga harus mendapatkan kompensasi dan hak-hak mereka bisa diberikan oleh pemerintah”, imbuhnya.
Kebutuhan anggaran yang harus dialokasikan untuk Larap Tahap I, lanjut Sri Widanarni, dipertimbangkan agar bisa terpenuhi untuk masyarakat lokal yang ada di sana, dengan segala adat istiadat, budaya dan kearifan lokal masyarakat sangat penting untuk digarisbawahi.
Selanjutnya, tambah Sri Widanarni, pembangunan bendungan ini akan dilakukan secara secara nasional, maka peran pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif, sehingga saat pembangunan akan dilaksanakan mulai dari pembebasan lahan, sampai pada pembangunannya bisa berjalan dengan baik dan lancar.
“Hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama, baik Pemprov, maupun Kabupaten Murung Raya yang menjadi lokasi Bendungan Muara Juloi ini,” ungkap Sri Widanarni.
Sementara itu, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Palangka Raya Ferry Syahrizal memaparkan, kegiatan dari Kementerian PUPR ini, sejak tahun 2007 sudah dilaksanakan studi kelayakan. Ditingkatkan dengan detail desain, yang akan selesai tahun ini. Bersamaan dengan hal tersebut, perlu dipersiapkan tindak lanjut, yaitu pengadaan tanah untuk suatu kegiatan pembangunan, dan saat ini sedang melaksanakan Larap I.
“Diharapkan, dari studi Larap ini, kita betul-betul clear mendapatkan informasi data terkait dengan pengadaan tanah maupun pemindahan, karena nantinya areal tersebut menjadi areal genangan,” kata Ferry.mmckalteng











