-
Spirit Kalteng

Hera Nugrahayu Sulap Rujab Wali Kota Jadi Museum

50
×

Hera Nugrahayu Sulap Rujab Wali Kota Jadi Museum

Sebarkan artikel ini
TABENGAN/YULIANUS PERESMIAN- Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menandatangani prasasti sebagai tanda dibukanya Tege Museum, Kamis (5/12).
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebuah langkah bersejarah diambil Pemerintah Kota Palangka Raya dengan meresmikan Tege Museum, yang bertempat di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Palangka Raya periode 1967-1975, Kamis (5/12).

Bangunan yang kurang lebih 57 tahun berfungsi sebagai Rujab Wali Kota itu, kini disulap menjadi tempat pelestarian sejarah dan budaya masyarakat Palangka Raya.

Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menjelaskan, keputusan untuk menjadikan rumah ini sebagai museum didasari oleh beberapa pertimbangan utama.

“Lokasinya strategis, cocok sebagai tempat yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Selain itu, kita juga belum memiliki museum untuk menampung barang-barang peninggalan sejarah dan warisan budaya masyarakat Kota Palangka Raya,” ujarnya.

TABENGAN/YULIANUS
PERESMIAN- Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menandatangani prasasti sebagai tanda dibukanya Tege Museum, Kamis (5/12).

Keputusan ini juga diambil untuk mengatasi kondisi bangunan yang sebelumnya tidak terawat. Dikatakan, rumah ini sebelumnya tidak dirawat. Jika pun dirawat, biayanya sangat membebani pemerintah.

“Maka, mengapa tidak kita jadikan sesuatu yang bermanfaat? Selain untuk edukasi masyarakat, museum ini juga diharapkan bisa memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan,” tambahnya.

Museum ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyumbangkan dan menampilkan barang-barang bersejarah. Pemerintah berkomitmen untuk menyediakan etalase yang menarik agar masyarakat dapat lebih menghargai sejarah lokal.

Tak hanya itu, museum ini dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat penyimpanan barang bersejarah.

“Kami berharap museum ini juga menjadi pusat edukasi dan diskusi, terutama terkait kebudayaan lokal. Ini adalah langkah awal yang baik untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah, khususnya budaya Dayak, Kota Palangka Raya, dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen dari pemimpin-pemimpin selanjutnya untuk terus mengembangkan museum ini dan menjaga kekayaan budaya lokal.

“Semoga museum ini menjadi simbol kebersamaan kita dalam melestarikan sejarah dan kebudayaan lokal,” pungkas Hera.

Museum Kota Palangka Raya diharapkan segera rampung sepenuhnya dan menjadi destinasi wisata edukasi yang diminati oleh masyarakat maupun wisatawan. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya melestarikan nilai-nilai luhur dan sejarah Kota Cantik. dte

 

-
-
-