PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Menyambut perayaan Natal 25 Desember 2024, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memasang pohon dan hiasan Natal sebagai tempat photobooth, di kawasan Bundaran Besar atau depan Rumah Jabatan Gubernur Kalteng.
Berdasarkan pantauan, banyak masyarakat yang mengunjungi Bundaran Besar Palangka Raya pun turut berfoto di hiasan tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng Agus Siswadi mengatakan, keberadaan hiasan pohon Natal di sekitar Rujab Gubernur Kalteng dan Bundaran Besar Palangka Raya itu merupakan simbol toleransi dan keberagaman agama di Bumi Tambun Bungai.
Menurutnya, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, sebagai pemimpin pemerintahan, memiliki tanggung jawab untuk mengayomi seluruh pemeluk agama. Keberadaan hiasan seperti pohon Natal dan dekorasi Idul Fitri di sekitar Rujab Gubernur merupakan wujud nyata dari semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama di Kalteng.
“Rujab Gubernur itu bukan hanya milik satu agama tertentu. Itu adalah rumah seluruh masyarakat, baik umat Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, maupun agama lainnya,” kata Agus, Jumat (20/12).
Ia juga menjelaskan, pemasangan pohon Natal itu bukan hanya sebagai hiasan semata, tetapi memiliki makna simbolis yang mendalam. “Hiasan pohon Natal itu adalah simbol keberagaman dan toleransi yang tinggi di Kalteng. Ini menunjukkan kita hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati dan saling merayakan sukacita bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus menyampaikan, Bundaran Besar Palangka Raya, yang juga merupakan simbol kehormatan daerah, kini menjadi salah satu daya tarik wisata karena hiasan-hiasan yang dipasang di sana.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat yang menjadikan area ini sebagai tempat berfoto dan berkumpul. Ini juga sekaligus mempromosikan Bundaran Besar sebagai ikon wisata kota,” tambahnya.
Ia juga menekankan, tradisi memasang dekorasi keagamaan akan terus dilakukan setiap tahunnya untuk menunjukkan dukungan pemerintah terhadap semua agama.
“Ketika Idul Fitri, kami pasang hiasan bertema Idul Fitri, dan saat Natal, kami pasang pohon Natal. Ini bentuk keterbukaan Gubernur kepada seluruh umat beragama,” jelasnya.
Agus berharap keberagaman yang terwujud di Kalteng dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain. “Kalteng memberikan ruang kepada semua pemeluk agama untuk merayakan kebahagiaan mereka. Semoga semangat toleransi ini terus terjaga dan menginspirasi daerah lain,” pungkasnya. ldw











