-
Hukrim

Kejari Pulpis Dalami Kasus Rombongan Aparatur Desa

77
×

Kejari Pulpis Dalami Kasus Rombongan Aparatur Desa

Sebarkan artikel ini
Deddy Rasyid Kejari Pulpis dan Tandean Indra Bella Ketua DPRD Pulpis
-

*DPMD Tidak Lapor, Ketua DPRD Pulpis Tidak Tau Anggarannya dari Mana

PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Kasus kecelakaan yang menimpa rombongan aparatur desa se-Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) saat mengikuti pelatihan penerapan sistem keuangan berbasis online di Yogyakarta, baru-baru ini, terus mendapat sorotan dari sejumlah pihak.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pulpis Deddy Rasyid memastikan, pihaknya akan mulai mendalami viralnya kegiatan ratusan aparatur desa di Kabupaten Pulpis yang melaksanakan kegiatan ke luar daerah.

“Sebelum kita melakukan penyelidikan secara utuh, maka kita melakukan pendalaman terlebih dahulu,” kata Deddy kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/12).

Dijelaskannya, pendalaman dilakukan secara menyeluruh baik itu dari sisi penganggaran, pelaksanaan, pemanfaatan sampai pertanggungjawaban keuangan.

“Untuk sekarang ini, kita belum bisa menyampaikan apakah itu ada penyimpangan atau tidak, karena kita belum melaksanakan penyelidikan dan pendalaman terhadap kegiatan itu,” katanya lagi.

Untuk pendalaman, lanjut dia, perlu perlu mengumpulkan data dan fakta, selanjutnya akan dianalisis dan disimpulkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, apakah ada potensi penyimpangan.

“Jika di situ ada potensi penyimpangan yang berakibat merugikan keuangan negara, maka itu akan menjadi ranah saya untuk melakukan penindakan atau pun tindakan hukum lainnya. Nah, tetapi kalau itu ranahnya hanya permasalahan administrasi yang ditemukan, maka kita akan menyerahkan kepada pembina pemerintahan di daerah, itu ranahnya Inspektorat,” jelasnya.

DPRD Pulpis Kaget

Sementara itu, Ketua DPRD Pulpis Tandean Indra Bella juga angkat bicara terkait keberangkatan rombongan ratusan aparatur desa di Pulpis. Ia juga menyampaikan rasa simpatinya atas insiden kecelakaan tersebut, dan ia pun mengaku kaget sampai ada insiden itu, karena menurutnya ia belum mengetahui adanya kegiatan para rombongan tersebut ke luar daerah.

“Betul, karena saya belum mengetahui kegiatan mereka ini, dan saya baru mengetahui itu ketika sudah viral di medsos, dan setelah saya tanya ke teman-teman, ternyata para Kades ini mengikuti kegiatan Siskeudes itu,” bebernya.

Pihaknya juga menyayangkan, saat pertemuan dengan DPRD Pulpis, DPMD tidak ada menyampaikan ada kegiatan ke luar daerah tersebut kepada DPRD.

“Saat pertemuan dengan kami DPRD, pihak DPMD belum ada menyampaikan akan keberangkatan mereka ke luar daerah. Dan jujur juga kita tidak mengerti, sumber anggaran mereka seperti apa dan bagaimana kegiatan itu. Dan kita kaget setelah ramainya insiden itu,” urainya.

Dikatakan, jika memang benar pihak desa menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) untuk keberangkatan keluar daerah, ia belum bisa memahami dan mengetahui sejauh mana perencanaan di desa, apakah ada rapat desa membolehkan penggunaan ADD itu.

Tandean juga mengharapkan, agar penggunaan ADD dan DD itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan untuk berbicara kemanfaatan seluas luasnya untuk masyarakat.

“Jika kegiatan itu dianggap penting untuk keluar daerah, kita bisa memahami itu. Dan jika mereka mempunyai dasar, kegiatan itu sesuai ketentuan hukum maka kita belum mengetahui itu. Intinya kita menyampaikan rasa prihatin dengan ada insiden itu,” pungkasnya. c-mye

 

 

 

-
-
-