Hukrim

Ojol dan Customer Berdamai Usai Dimediasi Polresta

28
×

Ojol dan Customer Berdamai Usai Dimediasi Polresta

Sebarkan artikel ini
MEDIASI-Perwakilan Gojek dan customer ketika selesai melaksanakan mediasi dan berakhir dengan perdamaian di Polresta Palangka Raya. TABENGAN/IST

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Permasalahan antara driver ojek online (Ojol) dengan customer yang terjadi pada Rabu (15/1) kemarin berujung damai. Perselisihan sempat terjadi karena  kesalahpahaman melalui chat aplikasi Whatsapp (WA) antara customer dan driver ojol yang diduga melakukan pelecehan terhadap profesi Ojol disertai kata-kata kasar.

Perwakilan PMK Ojol Gandi Setiawan, menjelaskan perselisihan itu dilakukan oleh oknum provokator yang mengatasnamakan Gojek dengan melakukan chat WA yang melecehkan dan berkata-kata yang tidak senonoh.

“Saya mewakili mitra gojek Palangka Raya ingin meminta maaf kepada bapak Charli atas kejadian ini dan atas kesalahpahaman yang terjadi di media sosial. Ternyata kejadian tersebut bukan kesalahan dari Charli,” jelas Gandi

Ia mengatakan, bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan yang dilakukan oleh seorang oknum yang ingin memprovokasi antara customer dan pihak Gojek sehingga terjadinya kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

“Itu mutlak kesalahan oknum yang ingin memprovokasi pihak customer dan pihak Gojek dengan mitra gojek di Palangka Raya, kiranya bapak Charli bisa memaafkan kami, atas kelakuan kami datang ke rumah bapak, saya mewakili mitra gojek meminta maaf,” ucapnya di ruang SPKT Polresta Palangka Raya.

Sementara itu pihak Charli juga memberikan pernyataannya atas terjadinya kesalahpahaman tersebut, ia pun bersedia memberikan maaf kepada pihak mitra Gojek yang sudah menggeruduk dirinya.

“Saya atas nama pribadi menerima permohonan maaf dari Gojek Palangka Raya atas kesalahan dan kekurangan yang dilakukan, untuk itu kiranya persalahan ini cukup sampai disini, dan tidak ada perselisihan lagi dikemudian hari,” ucap Charli

Kasi Humas Polresta Palangka Raya Iptu Sukri membenarkan bahwa kedua belah pihak setelah melalui serangkaian mediasi sepakat saling bermaafan dan saling bersalaman sebagai tanda simbol saling memaafkan dan menandatangani surat perjanjian.

“Iya benar, kesalahpahaman di dalam chat kedua belah pihak telah membuat surat kesepakatan damai dan saling memaafkan,” tegas Sukri, Kamis (16/1). mak

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *