Spirit Kalteng

Siswa Keluhkan Ayam Bau Busuk, Makan Bergizi Gratis di SMPN-3

26
×

Siswa Keluhkan Ayam Bau Busuk, Makan Bergizi Gratis di SMPN-3

Sebarkan artikel ini
FOTO TABENGAN/M. ADE KURNIAWAN DIKELUHKAN Makanan tersisa setelah semua dibagikan di SMPN 3 Palangka Raya

+SPPG Akui Terima Laporan Pisang Tidak Segar

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya kembali menjadi sorotan, setelah muncul keluhan dari salah satu SMP di Jalan Rajawali Palangka Raya. Para siswa mengeluhkan lauk ayam kecap yang disediakan beraroma tidak sedap dan diduga telah busuk.

Ketika coba dikonfirmasi terkait keluhan yang beredar luas di media sosial WhatsApp tersebut, Kepala Sekolah SMPN 3 Palangka Raya Hj Wahidah menolak memberikan keterangan isu menyangkut sekolah yang dipimpinnya.

“Tanyakan saja ke Dinas Pendidikan saya tidak berani,” ujarnya saat ditemui Tabengan di SMPN 3 Jalan Rajawali, Jumat (17/1).

Sementara itu, salah satu orang tua murid SDN 4 Bukit Tunggal juga mengeluhkan masalah makanan yang disajikan tidak layak untuk dimakan.

“Sebelumnya saya minta maaf kalau mengganggu, saya mau sharing masalah program makan gratis dari pemerintah, gini sekolah anak saya dari hari Senin kemarin dapat makan gratis, tapi makanannya sangat tidak layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak karena makanannya basi,” ujar salah satu orang tua murid yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Ia juga menjelaskan, makanan yang disajikan masih mentah, untuk sebutan makanan bergizi itu jauh lebih tidak higienis. Ia meminta kepada pihak terkait agar lebih memperhatikan arti makanan bergizi.

“Nasi juga ada yang mentah, bahkan ikannya pun ada yang mentah. Tujuan saya bilang ini semua karena saya prihatin dengan anak-anak di sekolah kalau makan, makanan yang seperti ini . Semoga bisa bantu angkat masalah ini di media agar SPPG yang menangani makanan gratis ini lebih teliti lagi,” kata melalui via WhatsApp.

Terpisah, pihak Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya mengaku belum menerima laporan resmi terkait adanya makanan ayam busuk. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikn Kota Palangka Raya Ahmad Jayani melalui Sekertaris Dinas Pendidikan Vico Aprae Ranan.

“Untuk yang menu ayam kecap, saya belum terima report dari Tim di lapangan, setiap hari kita monitor pelaksanaannya di lapangan, melalui bidang teknis,” jelasnya, Jumat (17/1).

Menanggapi keluhan ini, Vico memastikan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah untuk menyampaikan masukan dari peserta didik, orang tua, dan wali murid.

“Masukan-masukan dari peserta didik maupun orang tua siswa maupun wali siswa terkait pelaksnaan MBG segera kami sampaikan dan diskusikan dengan BGN Perwakilan Kalteng, sehingga akan dilakukan penyempurnaan penyempurnaan sehingga tujuan dari program ini dapat segera dapat tercapai, yang mana akan bertujuan meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” ungkapnya.

Vico menambahkan, pihak Disdik juga berkomitmen untuk terus memonitor pelaksanaan program MBG di lapangan guna memastikan kualitas makanan yang diberikan sesuai dengan standar.

“Keluhan-keluhan masyarakat akan langsung kami sampaikan kepada BGN untuk segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak BGN Kalteng terkait keluhan ini. Program MBG yang diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan gizi dan kesejahteraan siswa, kini menghadapi tantangan untuk memastikan pelaksanaan yang lebih baik di masa depan.

Sementara itu,  Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng M Reza Prabowo mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap permasalahan ini.

“Kita tentu menyayangkan terkait hal tersebut, namun hal ini mungkin saja terjadi mengingat ini masih proses pilot project. Kekurangan-kekurangan pasti ada dan akan kami evaluasi,” ujarnya.

SPPG Akui Terima Laporan Daging Ayam Busuk dan Pisang Tidak Segar

Terpisah, Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Kalimantan Tengah, Elisa Agustino, menjelaskan pihaknya baru saja menerima laporan terkait dengan keluhan terhadap kualitas bahan makanan dalam program pemenuhan gizi di sejumlah sekolah.

Dari hasil komunikasi dengan kepala unit, bahwa pihak SMPN 3 memang menyampaikan keluhan terkait ayam yang beraroma tidak segar, serta pisang yang tidak segar. Hal ini tentunya menjadi catatan penting bagi pihaknya untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan.

“Saya baru saja menerima informasi terkait adanya temuan daging yang diduga tidak segar dengan aroma tidak sedap, serta keluhan mengenai pisang,” jelasnya Jumat (17/1) sore.

Elisa menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan prosedur pengadaan dan penyimpanan bahan makanan sesuai standar yang berlaku. Daging, misalnya, didatangkan pada sore hingga malam hari, kemudian disimpan dengan baik sebelum diolah pada siang hari.

“Terkait daging tersebut, sebenarnya kami sudah memastikan bahwa daging yang digunakan berada dalam kondisi segar. Prosesnya adalah daging tersebut didatangkan pada sore hingga malam hari, lalu disimpan dengan baik sebelum diolah pada siang hari. Prosedur penyimpanan juga sudah dilakukan sesuai standar yang berlaku. Namun, saya belum mendapatkan informasi lengkap apakah keluhan ini dirasakan oleh seluruh 16 sekolah atau hanya sebagian saja. Kami masih perlu mengumpulkan data lebih lanjut terkait hal ini,” bebernya.

Elisa menegaskan bahwa temuan ini menjadi perhatian serius bagi SPPG, langkah evaluasi dan perbaikan akan segera dilakukan untuk memastikan kualitas bahan makanan yang lebih baik di masa mendatang.

Elisa juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal kelancaran program pemenuhan gizi di Kalimantan Tengah agar tujuan peningkatan kualitas gizi siswa dapat tercapai dengan optimal.

“Kami akan memastikan langkah perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar permasalahan serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang,” katanya.mak/dte/ldw/nws

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *