PEMPROV KALTENG

Gubernur Setop Aktivitas Tambang dan Kehutanan, Dampak Inflasi, Jalan Rusak Dan Bencana Alam

31
×

Gubernur Setop Aktivitas Tambang dan Kehutanan, Dampak Inflasi, Jalan Rusak Dan Bencana Alam

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng Leonard S Ampung

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat terkait penanganan ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas) serta bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Kalteng. Rapat itu dipimpin langsung Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalteng Leonard S Ampung menyampaikan, salah satu keputusan utama dalam rapat itu adalah penghentian sementara aktivitas pertambangan dan kehutanan, khususnya yang berkaitan dengan kayu.

Keputusan itu diambil untuk mengurangi dampak kerusakan jalan yang semakin parah serta memberikan kesempatan bagi perbaikan dan pemeliharaan jalan.

“Bapak Gubernur telah memutuskan untuk menyurati semua pekerja yang bergerak di bidang pertambangan dan kehutanan. Untuk sementara, aktivitas ini akan dihentikan sampai waktu yang ditentukan guna mendukung perbaikan jalan,” ujar Leonard, Kamis (30/1).

Pemprov Kalteng juga menyoroti langkah-langkah penanganan longsor dan banjir di berbagai daerah. Pemerintah kabupaten dan kota diminta untuk melakukan antisipasi dari berbagai aspek, termasuk kesehatan, logistik serta koordinasi dengan berbagai pihak, seperti instansi vertikal, kepolisian dan TNI.

“Pemerintah daerah harus segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait, termasuk TNI-Polri, untuk memastikan langkah-langkah cepat dalam menangani dampak bencana,” tambahnya.

Dalam menghadapi musim penghujan yang masih berlangsung, pemerintah juga mengantisipasi dampak inflasi akibat kenaikan harga beberapa komoditas. Gubernur menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga stabilitas harga dengan memastikan ketersediaan bahan pokok.

“Kita harus mengantisipasi kenaikan harga komoditas yang berpotensi memicu inflasi. Semua pihak, baik masyarakat, pemerintah daerah, maupun TNI-Polri, perlu berperan aktif dalam menyiapkan pasokan yang cukup,” tegasnya.

Leonard menilai, rapat tersebut berlangsung produktif dan menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan akibat curah hujan yang tinggi di Kalteng. Ia juga menegaskan, Gubernur telah memberikan arahan yang jelas untuk memastikan langkah-langkah cepat dalam mengatasi dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kegiatan hari ini sangat produktif dan antisipatif. Gubernur memberikan arahan yang jelas dalam menghadapi berbagai tantangan akibat curah hujan yang tinggi di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah,” tutupnya.

Sebelumnya, Wagub Kalteng H Edy Pratowo menyampaikan, perbaikan  ruas jalan Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun, tidak bisa hanya dilakukan Pemprov Kalteng, namun dibutuhkan kerja sama dengan unsur forkopimda kabupaten dan pemerintah kabupaten terkait.

Sementara itu, kondisi kerusakan yang terjadi di ruas jalan Tewah Rungan, juga dikeluhkan masyarakat setempat.

Denis warga setempat menuturkan, sebagai masyarakat Kecamatan Rungan Hulu, pihaknya sangat mengharapkan adanya perbaikan jalan dari ruas jalan Tewah-Rungan, karena kondisi yang rusak  begitu parah.

Sebagai informasi kerusakan jalan Bukit Liti-Bawan terdapat di enam titik, dengan total kerusakan 2,868 km. Sedangkan kerusakan jalan Bawan-Kuala Kurun terdapat di empat titik, dengan total kerusakan 4,855 km. ldw/ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *