PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya kembali menggelar operasi pasar LPG 3 kg bersubsidi, Rabu (12/3). Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama keluarga kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan gas LPG di tengah lonjakan harga bahan pokok selama bulan Ramadan.
Operasi pasar tahap dua kali ini dilaksanakan di 4 titik, yakni Kelurahan Kereng Bangkirai, Tanjung Pinang, Pahandut Seberang, dan Sebangau. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang sebelumnya telah digelar di 8 lokasi berbeda di Palangka Raya.
Menurut Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya Fajar Bhakti, operasi pasar ini merupakan langkah nyata Pemko dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan LPG 3 kg bagi masyarakat yang berhak.
“Jadi harapan kita, khususnya Pemerintah Kota Palangka Raya dilaksanakannya operasi LPG ini dalam rangka meringankan beban rumah tangga ataupun keluarga tidak mampu yang ada di wilayah Kereng Bangkirai ini dalam mereka memenuhi kebutuhan ini,” jelasnya.
Dalam operasi pasar ini, setiap kelurahan mendapatkan kuota sebanyak 200 tabung LPG 3 kg, yang telah ditetapkan oleh PT Pertamina Patra Niaga. Meskipun jumlah tersebut masih terbatas dibandingkan dengan jumlah warga yang membutuhkan, pihak kelurahan diharapkan dapat menyeleksi penerima dengan baik agar LPG benar-benar tepat sasaran.
“Kami harapkan peran serta dari pihak kelurahan agar benar-benar menyeleksi ataupun menyampaikan informasi ini kepada warga ataupun keluarga-keluarga yang tidak mampu, yang berhak untuk menerimanya. Karena memang hakikatnya gas LPG 3 kg ini kan sudah jelas-jelas ditulis di tabungnya itu hanya untuk rumah tangga miskin. Jadi kita selektif dalam hal penyalurannya,” paparnya.
Setiap warga yang ingin membeli LPG bersubsidi dalam operasi pasar ini diwajibkan membawa fotokopi KTP sebagai syarat administrasi. Nantinya, petugas akan memverifikasi data melalui aplikasi yang disediakan oleh Pertamina. Jika warga tersebut masih terdaftar sebagai penerima LPG 3 kg, mereka dapat menebus tabung dengan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp22.000.
Selain itu, untuk memastikan pemerataan, pembelian dibatasi satu tabung per orang. Meskipun berjubel, masyarakat terlihat antre dengan tertib.
Pemko Palangka Raya menilai program ini cukup efektif, terbukti dengan tingginya permintaan dari warga di berbagai kelurahan. Fajar menjelaskan masyarakat selalu menanyakan kapan akan ada operasi pasar LPG ataupun sembako lagi. Ini menunjukkan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya.
Meski tidak ada kendala teknis dalam pelaksanaan, tantangan yang dihadapi lebih kepada mobilitas petugas yang harus menangani beberapa operasi pasar secara bersamaan. Saat ini, selain operasi pasar LPG, juga berlangsung operasi pasar sembako di Kelurahan Kalampangan.
Ke depannya, Pemko akan terus mengevaluasi dan menyesuaikan program ini dengan tren inflasi dan fluktuasi harga di pasar.
“Kami bagian dari tim pengendali inflasi daerah, jadi operasi pasar ini juga menjadi bagian dari strategi pengendalian harga. Jika diperlukan, kami akan melanjutkan program ini dengan melihat situasi dan kondisi yang berkembang,” tambah Fajar.
Operasi pasar LPG 3 kg ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu warga Kelurahan Kereng Bangkirai, Siti, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, terutama di tengah melonjaknya harga bahan pokok selama Ramadan.
“Sekarang harga-harga naik, jadi adanya operasi pasar ini sangat membantu. Apalagi LPG ini kan kebutuhan utama buat masak di rumah,” ungkap Siti.
Dengan adanya langkah proaktif seperti ini, diharapkan kebutuhan LPG 3 kg tetap terjangkau bagi masyarakat yang berhak, serta membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang selama periode Ramadan hingga Idulfitri nanti. nws











