KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID- Bersama ribuan masyarakat, Bupati Kapuas HM Wiyatno SP dan Wakilnya Dodo SP beserta Forkompida dan SOPD, menggelar ritual adat Laluhan, yang diartikan peperangan antara sifat baik melawan sifat jahat.
Mengambil start di Betang Sei Pasah, Bupati Kapuas HM Wiyatno bersama unsur Forkopimda menaiki perahu untuk berlayar melintas DAS Murung, kemudian berputar di area Pelabuhan Danau Mare sebagai podium utama guna melakukan peperangan.
Dengan menggunakan median batang suli sebagai senjata, Bupati dan Wakil Bupati serta Forkopimda yang ada di podium utama melakukan peperangan dengan saling melempar batang suli.
Ritual ini sendiri menjadi agenda rutin dilakukan setiap tahun yang dilaksanakan dalam rangkaian mamapas lewu pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Kapuas dan Kota Kuala Kapuas.
Maknanya sendiri, dengan menggunakan median batang suli sebagai senjata, peperangan ini menggambarkan agar roh-roh jahat yang bermukim di Kabupaten Kapuas hanyut dibawa air hingga ke laut lepas. Selain itu, seluruh lapisan masyarakat Kapuas terhindar dari segala kesialan dan terlepas dari segala marabahaya.
Usai melakukan peperangan dengan menggunakan batang suli, acara dilanjutkan dengan Balian Ngarunya yang menggambarkan suatu penyambutan kemenangan atas musuh, suatu penyakit dan bala serta dijadikan sebagai simbol dalam memerangi kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, yang dilaksanakan di halaman Rumah Jabatan Bupati Kapuas. c-yul











