KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Mingguan Pengendalian Inflasi yang digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri, Senin (5/5).
Rakor dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri dan diikuti oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Perangkat Daerah terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Dalam pertemuan tersebut, dibahas kondisi inflasi di 150 kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk Kabupaten Seruyan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada pekan kelima April 2025 tercatat sebesar -2,98.
Beberapa komoditas yang paling memengaruhi inflasi adalah cabai rawit dengan andil -2,1796, cabai merah -0,5467, dan bawang merah -0,2507. Cabai rawit mengalami fluktuasi harga tertinggi dengan kenaikan sebesar 0,063.
Meski begitu, harga kebutuhan pokok di Pasar Kuala Pembuang dilaporkan relatif stabil. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Seruyan, dari 41 komoditas yang dipantau, mayoritas tidak mengalami perubahan harga yang signifikan.
Bahan pokok seperti beras berbagai merek, gula pasir, minyak goreng, daging ayam, telur, dan ikan-ikanan tetap berada pada harga sebelumnya tanpa gejolak berarti. Stabilitas ini menunjukkan kondisi pasar yang kondusif dan ketersediaan pasokan yang memadai.
Namun, terdapat beberapa komoditas yang menunjukkan fluktuasi harga, khususnya cabai rawit merah dan bawang merah, yang tercatat mengalami variasi harga meski dalam tingkat yang masih terkendali.
Secara keseluruhan, harga kebutuhan pokok di Pasar Kuala Pembuang dinilai stabil dan tidak menunjukkan gejolak berarti. Pemerintah Kabupaten Seruyan terus berkomitmen menjaga stabilitas harga melalui pemantauan rutin dan koordinasi lintas sektor, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau. c-zul











