PEMPROV KALTENG

Prof Dr Andrie Elia Embang Apresiasi Atas Capaian 100 Hari Kerja Gubernur Agustiar dan Wagub Edy

30
×

Prof Dr Andrie Elia Embang Apresiasi Atas Capaian 100 Hari Kerja Gubernur Agustiar dan Wagub Edy

Sebarkan artikel ini
Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah (Kalteng) Prof Dr Andrie Elia Embang

Prof Dr Andrie Elia Embang, SE.M.Si menyampaikan apresiasinya atas komitmen Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan Wakilnya H Edy Pratowo dalam memperjuangkan seni, adat, dan budaya Dayak. Terhadap capaian 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran dan H Edy Pratowo.

Menurut Ketua Harian DAD Kalteng ini, sangat luar biasa capaiannya melebihi100%” dari target dari aspek sosial, ekonomi, sarpras Jalan Palangka Raya-Gunung Mas sudah ada solusinya.

Di antaranya, terkait MBG, Gubernur menyampaikan, telah membentuk empat Unit SPPG untuk melayani 55 sekolah dan dua puskesmas, yang menjangkau sekitar 15 ribu siswa dan ibu hamil menyusui.

Untuk program Sekolah Rakyat, usulan telah disampaikan ke Kementerian Sosial RI, sementara untuk Koperasi Merah Putih, sebanyak 99,2 persen desa dan kelurahan telah melaksanakan musyawarah pembentukan koperasi.

Pencetakan sawah seluas 70.635 hektare juga telah dikontrak, mendekati target 85.740 hektare tahun ini, dengan realisasi lahan 5.430 hektare. Selain itu, fasilitas pertanian seperti apartemen ayam, Smart Green House, dan pengering gabah juga dimanfaatkan maksimal.

Untuk penurunan stunting, prevalensi Kalteng menurun menjadi 22,1 persen, dan ditargetkan turun lagi menjadi 20,6 persen pada akhir 2025.

Kondisi ekonomi dapat di lihat dari tingkat Inflasi sangat terkendali (<10), stabilitas politik, aman terkendali.

“Dengan capaian ini saya optimis bahwa Gubernur Kalteng periode 2025-2030, mampu Memaju Membangun Prov. Kalimatan Tengah sesuai Visi-Misinya “KALTENG MAKIN BERKAH,” ujarnya

Mantan Rektor UPR ini juga menyampaikan bahwa Program kuliah gratis untuk 3.060 orang sudah disalurkan melalui kampus masing-masing. Bahkan sekarang mengarah ke digitalisasi pendidikan hingga ke pelosok dengan dukungan listrik dan internet.

Selain itu, kesehatan gratis diberikan kepada 18.214 orang, dan data penerima manfaat telah diintegrasikan dengan JKN. Berbagai layanan spesialistik seperti operasi katarak, bibir sumbing, intervensi jantung anak, hingga pemberian asupan gizi kepada ibu hamil juga dilaksanakan.

Begitu juga pada penyediaan layanan perbankan untuk 21.359 pelaku usaha perikanan di seluruh kabupaten/kota. Subsidi harga ikan sebesar Rp10.000/kg diberikan untuk komoditas nila dan patin, dengan distribusi mingguan di Palangka Raya.

Dan sebanyak 140 ribu paket sembako murah juga telah disalurkan ke 1.432 desa di seluruh Kalimantan Tengah.

Menurut  Prof Dr Andrie Elia Embang, untuk pelestarian budaya dayak, masyarakat Dayak harus mendukung upaya ini dengan terus aktif menjaga dan melestarikan adat serta budaya sebagai jati diri. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak melupakan akar budaya, karena dari situlah kekuatan identitas lokal berasal.

“Beliau (Gubernur) sejak dulu berkomitmen untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak. Terbukti, sekarang ini adat, budaya, dan tradisi Dayak sangat dihormati oleh orang luar Dayak. Ini adalah buah dari perjuangan yang konsisten,” tambahnya.ist

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *