PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Semangat pembinaan berbasis keagamaan terus tumbuh di Lapas Kelas IIB Pangkalan Bun. Jumat (6/6), Lapas Pangkalan Bun melaksanakan penutupan Pesantren Gelombang IV dan sekaligus pembukaan Pesantren Gelombang V.
Kegiatan tersebut sebagai wujud nyata komitmen dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara berkelanjutan melalui pendekatan spiritual.
Kalapas Pangkalan Bun Herry Muhamad Ramdan, mengatakan bahwa acara itu berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Pangkalan Bun dihadiri Ustadz Zainal selaku Penyuluh Hukum dari Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), para ustaz pembimbing, jajaran petugas pembinaan, serta peserta pesantren dari kedua gelombang.
Herry pun menjelaskan , sebanyak 58 Santri telah Lulus dan 68 Siap melanjutkan estafet kebaikan. 58 WBP dinyatakan lulus dari Pesantren Gelombang IV setelah mengikuti program pembinaan yang berlangsung selama satu bulan. Selama masa tersebut, peserta dibimbing dalam berbagai materi keagamaan, seperti tahsin dan tahfiz Alquran, fiqih ibadah, akidah-akhlak, tafsir, serta praktik ibadah dan pembentukan karakter Islami.
Herry menambahkan pada saat yang sama Pesantren Gelombang V resmi dibuka dengan jumlah peserta sebanyak 68 WBP, terdiri dari 58 laki-laki dan 10 perempuan. Ini menjadi tonggak baru karena keterlibatan aktif warga binaan perempuan menunjukkan upaya inklusif dalam pembinaan spiritual di lingkungan Lapas.
” Pesantren ini merupakan Sarana Hijrah dan Refleksi Diri, dimana program pesantren bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bagian dari proses pemasyarakatan yang menyentuh sisi batiniah warga binaan. Kami ingin agar setiap warga binaan mendapatkan kesempatan untuk berubah, dan pembinaan spiritual ini adalah fondasi yang sangat penting untuk itu,” ujar Kalapas.
Senada dengan itu, Ustadz Zainal dari Kemenag Kobar menegaskan pentingnya keberlanjutan pembinaan keagamaan di dalam Lapas sebagai bekal rohani bagi para warga binaan.
“Kami dari Kementerian Agama berkomitmen terus mendampingi proses pembinaan ini. Semoga melalui pesantren, para warga binaan tidak hanya cakap secara ilmu, tetapi juga semakin kuat secara iman dan akhlak,” ungkap Ustadz Zainal.
Acara ditutup dengan doa bersama, penyerahan piagam penghargaan bagi santri berprestasi Gelombang IV serta penyematan simbolis kepada perwakilan peserta Gelombang V. c-uli





