Hukrim  

Karhutla Masih Terkendali, Waspada Puncak Musim Kemarau Juli

Karhutla Masih Terkendali, Waspada Puncak Musim Kemarau Juli
Plt Kepala BPBD Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi, menyatakan bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Palangka Raya saat ini masih tergolong aman dan terkendali.

Menurutnya, curah hujan yang masih turun di beberapa wilayah menjadi faktor utama yang menjaga kelembapan lahan dan menekan potensi kebakaran.

“Kalau kita lihat, kondisi Kota Palangka Raya masih ada hujan yang membasahi. Walaupun demikian, kami tetap waspada terhadap ancaman karhutla,” ujarnya kepada Tabengan, Selasa (17/6).

Hendrikus mengungkapkan bahwa BPBD terus menjalin koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta memanfaatkan pemantauan melalui aplikasi BRIN untuk mendeteksi hotspot atau titik panas. Dari hasil pemantauan, memang terdapat beberapa titik panas di wilayah Palangka Raya, namun intensitasnya masih tergolong rendah.

“Biasanya itu hanya terkait dengan aktivitas pembukaan lahan yang ditinggal lalu terbakar. Saat ini kondisi hutan masih aman karena kelembapan lahannya cukup tinggi,” jelasnya.

Meski demikian, Hendrikus mengingatkan bahwa wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Palangka Raya, sudah memasuki masa pancaroba atau peralihan musim. Puncak kemarau diperkirakan akan terjadi pada bulan Juli, yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pihak.

“Kemarau tahun ini diperkirakan bersifat kemarau basah, artinya masih ada hujan di tengah-tengah musim kemarau. Tapi tetap saja, Juli nanti kita harus betul-betul waspada,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Pasalnya, dampak dari karhutla sangat merugikan, mulai dari terganggunya transportasi, aktivitas pendidikan, hingga membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat Kota Palangka Raya untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan agar tidak terjadi kebakaran,” pungkasnya. dte