Hukrim

PT HANS KATULISTIWA DIADUKAN KE DPRD BARUT-Sudah Bayar, Listrik Ratusan Rumah Warga Belum Menyala

23
×

PT HANS KATULISTIWA DIADUKAN KE DPRD BARUT-Sudah Bayar, Listrik Ratusan Rumah Warga Belum Menyala

Sebarkan artikel ini
RDP- Suasana Rapat Dengar Pendapat di DPRD Barut bersama warga Desa Karamuan dan PT Hans Katulistiwa membahas masalah listrik yang tak kunjung hidup.FOTO TABENGAN/ARNOLD  

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Ratusan rumah di Desa Karamuan, Kecamatan Lahei Barat hingga kini belum teraliri listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Mirisnya, sejak November 2024 lalu, puluhan warga sudah melakukan pembayaran kepada pihak ketiga dalam hal ini PT Hans Katulistiwa agar listrik segera teraliri dan menyala. Namun kenyataannya hingga kini tak kunjung menyala.

Kepala Desa Karamuan Agus Minto saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Utara (Barut) menjelaskan, awalnya masyarakat di desanya mempercayakan pemasangan listrik kepada PT Hans Katulistiwa.

“Ada 106 rumah di Karamuan yang mempercayakan pemasangan listrik melalui PT Hans Katulistiwa. Itu sejak November 2024. Dari 106 rumah itu, 46 rumah sudah membayar lunas,” ujar Minto.

Dalam perjalanan waktu hingga saat ini, harapan untuk segera menikmati terang listrik PLN pupus. Warga resah dan sering mempertanyakan kepada Kepala Desa dan juga Sekretaris Desa (Sekdes).

“Kita ini setiap hari ditanyakan terus oleh masyarakat. Ya karena harus bertanggung jawab kepada masyarakat akhirnya hari ini kita adukan ke DPRD biar ada solusinya,” ujar Mintho.

“Untuk pihak PT Hans Katulistiwa sudah sering kita hubungi. Kadang aktif, kadang tidak aktif,” tambahnya.

Sementara itu, Sekdes Karamuan Dianto mempertanyakan keseriusan Kontraktor Hans Katulistiwa, kapan listrik menyala. Dirinya menanggung beban, karena membantu pihak kontraktor mengumpulkan uang warga untuk pemasangna listrik.

“Saya tidak mau jadi korban, kita membantu malah jadi sulit. uang dikumpulkan sudah diserahkan ke kontraktor. Hari ini saya sudah siap melaporkan ke Polsek Lahei terkait masalah ini,” ujar Dianto.

Pada tempat yang sama, Camat Lahei Barat Adi Suwarman mengaku terkejut dan baru mengetahui persoalan yang dialami oleh masyarakat Karamuan terkait pemasangan listrik baru.

Adi meminta agar pihak kontraktor dalam hal ini PT Hans Katulistiwa bisa menjelaskan terkait persoalan yang saat ini sedang dihadapi masyarakat Karamuan yang terus berharap listrik segera menyala.

“Ini bisnis to bisnis saya kaget juga masalah ini karena diceritakan Sekcam terkait pemasangan listrik baru. Nanti pihak kontraktor mohon dijelaskan kepada pihak DPRD,” ujar Adis Suwarman, Selasa (1/7).

Sementara Direktur PT Hans Katulistiwa Johan Hans menjelaskan, pihaknya melakukan pemasangan KWH di sebanyak 41 desa termasuk di Kutai Barat, Kaltim. Semua terpasang meski ada keterlambatan.

“Khusus yang di Desa Karamuan ada 36 warga sudah membayar uang muka bervariasi, dari yang bayar Rp1.500.000 sampai lebih. Memang mereka bayar sejak november 2024, namun baru aktif Februari. Saya berjanji tanggal 20 Juli semua bisa terrealisasi dan listrik menyala,” janji Johan Hans.

Johan Hans ketika dimintai kesanggupannya terkait hasil kesimpulan mengatakan, sanggup dan akan merealisasikan penyelesaiannya.

“Seharusnya masalah ini tidak perlu harus sampai ke DPRD, dan bisa kita selesaikan. Tapi demi reputasi dan profesionalitas kita sanggup menyelesaikannya,” tutup Johan Hans.

Terpisah, Manager PLN Muara Teweh HM Haris mengaku, pihaknya pada tanggal 29 Juni 2025, menerima registrasi 10 warga Karamuan. Selebihnya belum ada.

“Sistem aplikasi PLN mobile siapa saja boleh daftar. Dan yang sudah bayar paling lambat 5 hari sudah menyala,” kata Haris.

Saat ditanya terkait vendor yang menangani pemasangan listrik di Desa Karamuan, Haris mengatakan pihaknya tidak mengenal atau tidak mengetahui.

“Kami tidak tahu mas. Intinya kita tidak punya hubungan dengan vendor,” tegasnya.

Pantauan media ini, dalam RDP yang dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Barut Henny Rosgiaty Rusli, PT Hans Katulistiwa diminta untuk sesegera mungkin menyelesaikan persoalan pemasangan listrik bagi ratusan warga Karamuan, secara khusus bagi yang sudah membayar.

“Sekarang kita mencari solusi agar di desa tidak ribut dan listrik bisa menyala. Nanti kita buat kesimpulan tengat waktu penyelesaian oleh kontraktor,” kata Wakil Ketua I Henny Rosgiati Rusli.

Adapun kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) menghasilkan beberapa poin, antara lain penyelesaian pemasangan KWH listrik di Desa Karamuan oleh PT Hans Katulistiwa sebanyak 106 rumah, paling lambat tanggal 20 Juli 2025, dan listrik harus menyala.

Penyelesaian registrasi dan pembayaran pelanggan PLN dari PT Hans Katulistiwa selesai paling lambat tanggal 15 Juli 2025. c-old

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *