
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hebat melahap habis tujuh lapak warung sayur yang berada di Jalan RTA Milono Km 8, Minggu (8/7) malam.
Insiden ini mengundang perhatian masyarakat setempat lantaran kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.
Salah satu saksi mata sekaligus korban kebakaran, Huda mengatakan api pertama kali muncul dari salah satu bangunan lapak yang diketahui milik seseorang bernama Surya.
Ia menyaksikan api mulai membesar dan perlahan merembet ke bangunan di sekitarnya, termasuk ke tempat usahanya sendiri.
“Api berasal dari bangunan di sebelah, yang saya tahu itu milik Pak Surya. Ketika api mulai membesar dan menjalar ke bangunan saya, saya langsung panik dan hanya sempat menyelamatkan beberapa barang,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, Huda menyebutkan bahwa ada tujuh bangunan lapak warung sayur yang terbakar, yang letaknya berdekatan satu sama lain dan berdiri berdempetan dengan rumah warga.
“Ada tujuh warung disini termasuk tempat saya, bangunannya berbahan dari kayu semua, makanya api cepat menyebar,” katanya.
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Tim Rescue Disdamkarmat Palangka Raya Sucipto, mengungkapkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 18.15 WIB dan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Saat tim kami tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar. Bangunan-bangunan yang terbakar ini sebagian besar adalah lapak warung sayur berbahan dasar kayu, sehingga api sangat cepat menyebar,” jelas Sucipto.
Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu jam. Petugas damkar dibantu warga setempat berupaya keras mencegah agar api tidak meluas ke permukiman padat penduduk di sekitar lokasi kejadian.
“Karena bangunan seluruhnya terbuat dari kayu, proses pemadaman memerlukan waktu dan kehati-hatian ekstra. Kami juga fokus untuk melindungi beberapa titik rumah warga agar api tidak merembet lebih jauh,” tambahnya.
Terkait penyebab kebakaran, Sucipto menduga kuat berasal dari arus pendek listrik.
“Berdasarkan keterangan sementara dan hasil pemeriksaan di lapangan, api diduga berasal dari atas sebuah kulkas yang mengalami korsleting,” ungkapnya.
Atas insiden tersebut, Sucipto mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Palangka Raya untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan listrik, terutama di lingkungan padat dan bangunan semi permanen.
“Kami mengimbau masyarakat agar menjadi pengguna listrik yang cerdas. Pilihlah peralatan listrik yang sudah berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali karena kelalaian dalam memilih atau menggunakan barang-barang elektronik,” tutupnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya Heri Fauzi, menerangkan tujuh kios yang dilaporkan terbakar diketahui milik Uja (52), Mama Surya (45), Mama Dea (45), Tri Haryono (45), Bari (32), Tauffik Hidayat (42), dan Mama Dayat (50). Meski tak ada korban jiwa, kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian material hingga Rp 200 juta.
“Kejadian berlangsung tiba-tiba dan api cepat sekali merembet ke kios di sekitarnya,” tuturnya.
Di lain sisi, Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq menerangkan pihaknya telah melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang bukti seperti kabel, colokan listrik, dan meteran. Dugaan awal kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik.
Hal ini berdasarkan penuturan saksi sekaligus korban, Milah (43), yang mengaku saat itu sedang mencuci piring dan menggunakan listrik untuk keperluan rumah tangga ketika tiba-tiba listrik padam dan api muncul dari plafon, tepat di atas kulkas.
“Penyelidikan masih berlanjut. Kami juga sudah meminta keterangan sejumlah saksi di lokasi,” pungkasnya. dte/mak











