Gubernur Agustiar: Sinergi dan Kolaborasi Kunci Kemajuan Palangka Raya

Gubernur Agustiar: Sinergi dan Kolaborasi Kunci Kemajuan Palangka Raya
PUNCAK HUT PALANGKA RAYA- Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran menyuapi Wali Kota Palangka Raya pada  peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Pemerintah Kota Palangka Raya dan HUT Ke-68 Kota Palangka Raya berlangsung khidmat dan penuh makna, Kamis (17/7). FOTO TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran menegaskan, sinergi dan kolaborasi adalah kunci utama dalam mendorong kemajuan Kota Palangka Raya ke depan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Ke-68 Kota Palangka Raya di Kota Cantik, Kamis (17/7).

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar mengajak semua pihak untuk tidak lagi terjebak pada perbedaan politik masa lalu, melainkan fokus membangun daerah secara bersama-sama.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita menekankan arah pembangunan ke depan. Jangan terus bicara ke belakang. Pemilu sudah selesai, baik Pileg maupun Pilpres. Sekarang waktunya bersinergi,” ucap Agustiar di hadapan para pejabat, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antarpemerintah, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa, agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kalau tidak bersinergi, kita ini ibarat jomblang. Tidak bisa sendiri. Contohnya soal pendapatan daerah. Kalau tidak nyambung antara provinsi, kota, dan kabupaten, ya tidak maksimal. Misalnya kendaraan bermotor, jumlahnya banyak di kota. Potensinya besar. Tapi akan maksimal kalau ada dukungan kebijakan yang saling terhubung,” ujarnya.

Agustiar juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya yang mencapai 6,8 persen, termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Banyak faktornya, tapi kuncinya adalah karena ada sinergi dan kolaborasi. Coba lihat, ekonomi Palangka Raya sekarang termasuk tertinggi secara nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa arahan Presiden RI Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya kerja sama antardaerah dalam membangun Indonesia secara merata dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pesan Pak Presiden itu jelas, jangan kerja sendiri-sendiri. Harus kolaboratif. Kalau semua daerah bisa saling dukung, hasilnya akan lebih baik. Kita bisa eksplorasi potensi masing-masing dan saling melengkapi,” kata Agustiar.

Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat Palangka Raya untuk ikut mengawal program dan misi pembangunan yang tengah dijalankan oleh dirinya dan Wakil Gubernur Edy Pratowo.

“Saya mohon dukungan dan doanya kepada seluruh elemen masyarakat Kota Palangka Raya. Tolong kawal kami agar mampu mewujudkan misi-misi kami membangun Kalimantan Tengah. Kami ingin mengangkat harkat masyarakat Dayak khususnya, dan masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Agustiar menambahkan, pembangunan harus menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di pedesaan dan daerah terpencil.

“Jangan sampai ada anak emas, anak perak, atau anak perunggu. Semua anak Kalimantan Tengah itu anak emas bagi saya. Saya ini Gubernur Kalimantan Tengah, bukan Gubernur kelompok tertentu,” tegasnya.

Agustiar juga menyinggung sejumlah program prioritas yang sedang dipersiapkan untuk dilaksanakan secara lebih masif pada tahun 2026 mendatang, antara lain Program Kartu Mabetang, program satu desa Rp500 juta, dan pemberian insentif bagi guru, ustaz, pendeta, RT, serta tokoh-tokoh masyarakat di tingkat bawah.

“Anak-anak kita harus bisa sekolah, bisa kuliah, bisa berobat, bahkan bisa pasang gigi kalau perlu. Itu yang ingin kami wujudkan. Untuk itu, kami siapkan Kartu Mabetang sebagai jaminan layanan dasar,” ujar Agustiar.

Ia juga mengungkapkan perlunya efisiensi dalam penggunaan anggaran daerah. Salah satunya terkait persoalan truk ODOL (over dimension over loading) yang menggerus jalan dan membebani APBD.

“Contohnya jalan Kurun–Palangka Raya. Harusnya cukup Rp3 miliar, tapi sekarang habis sampai Rp8 miliar karena kerusakan akibat truk ODOL. Bayangkan, Rp5 miliar itu bisa kita pakai untuk pendidikan, kesehatan, pelatihan kerja, dan lainnya,” katanya.

Gubernur pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah berkontribusi membangun Kota Palangka Raya, baik yang saat ini menjabat maupun yang pernah memimpin.

“Saya memberikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota, baik yang sekarang maupun sebelumnya. Juga kepada DPRD, Forkopimda, akademisi, dan seluruh masyarakat. Semua sudah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Kota Palangka Raya,” pungkasnya. ldw