NANGA BULIK/TABENGAN.CO.ID – Warga Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bulik Timur, Lamandau, merasa keberatan atas keputusan sepihak pemerintah desa (Pemdes) yang menjadikan lapangan desa sebagai lokasi dibangunnya sport center, terkhusus lapangan mini soccer.
Bahkan, pada Selasa (5/8) lalu, warga desa melakukan aksi di depan kantor desa setempat untuk menyampaikan keberatannya tersebut.
Karnoto, salah seorang warga desa Bukit Jaya menyampaikan, bahwa pada dasarnya masyarakat sangat menerima adanya pembangunan lapangan mini soccer tersebut, asal tidak berlokasi di lapangan desa.
“Jangan salah paham ya mas, kami tidak menolak proyek pembangunan sport center di desa kami. Tapi lokasinya jangan di lapangan yang sudah ada itu,” ungkapnya, saat dikonfirmasi awak media.
Karena lapangan itu, lanjut dia, sampai sekarang juga masih digunakan oleh masyarakat, khususnya anak-anak muda misalnya seminggu sekali berlatih main bola. Ketika ada event tingkat kecamatan ataupun upacara, kemah pramuka dan lain sebagainya lapangan itu yang dipakai.
“Pada intinya, keberatan kami adalah bukan pada proyek tersebut, melainkan pada lokasinya. Terlebih, penentuan lokasi sport center itu tanpa melalui Musyawarah Desa (Musdes), artinya hanya diputuskan pak Kades dengan BPD saja,” ujar orang yang dianggap sesepuh di desa tersebut.
Padahal, kata dia lagi, jika memang Pemdes ingin mengembangkan wilayah, kan masih banyak aset yang lain, bukan justru harus di lapangan desa yang selama ini masih digunakan warga.
“Kami berharap, semoga pihak Pemdes Bukit Jaya bisa mendengar dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat ini dan mencari solusi terbaiknya,” harapnya.
Terpisah, dikonfirmasi via telepon, Kades Bukit Jaya, Bambang, membenarkan adanya aksi dari sejumlah warganya yang keberatan atas lokasi dibangunnya lapangan mini soccer tersebut.
“Iya pak, kemarin ada aksi dari warga. Sebenarnya, niat kami membangun sport center adalah untuk kemajuan desa, karena di dalam sport center itu, selain lapangan mini soccer juga ada lapangan voli, jogging track dan taman desa. Ya biasa lah pak, nananya juga program pembangunan, ada yg setuju pasti juga ada yang tidak setuju. Ketika ada aspirasi atau usulan yang kita dengar, kita respon,” jelasnya.
Kemudian, sambung dia lagi, terkait dengan lapangan desa, nanti akan dibuatkan lagi atau kita pindah ke tempat lain.
“Soal penentuan lokasi lapangan desa menjadi sport center, sebelumnya kita sudah meminta persetujuan dari BPD. BPD kan wakil masyarakat juga,” tukasnya. c-kar





