Hukrim

Depresi, ABK KM 7 Bintang Sukses Lompat ke Laut

32
×

Depresi, ABK KM 7 Bintang Sukses Lompat ke Laut

Sebarkan artikel ini
PENCARIAN-Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap ABK KM 7 Bintang Sukses. FOTO ISTIMEWA

KUALA PEMBUANG/TABENGAN.CO.ID – Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) KM 7 Bintang Sukses bernama Ibnu Gozali (27), yang dilaporkan terjatuh ke laut di Perairan Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Hingga hari ketiga operasi, korban belum berhasil ditemukan.

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh Nakhoda KM 7 Bintang Sukses, Warsiman, pada Selasa (12/8) sekitar pukul 10.45 WIB. Menurut keterangan, kapal berangkat dari Indramayu untuk mencari cumi. Di tengah perjalanan, korban yang diduga mengalami depresi melompat ke laut. Upaya pencarian sempat dilakukan oleh kru kapal, namun tidak membuahkan hasil sehingga membutuhkan bantuan Basarnas.

SAR Mission Coordinator (SMC) KPP Palangka Raya AA Ketut Alit Supartana melalui On Scene Coordinator (OSC) Capt. Mardattilah, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan pembagian sektor di area koordinat yang telah ditentukan. Tim SAR gabungan melakukan briefing, pengecekan peralatan dan pelaksanaan pencarian sesuai prosedur keselamatan kerja.

Unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi Tim Rescue Pos SAR Sampit dan ABK KN SAR 305, Polairud Polda Kalteng, Pos TNI AL, BPBD Kotawaringin Timur, Airud Polres Seruyan, serta kru KM 7 Bintang Sukses. Pencarian menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB), peralatan komunikasi, peralatan medis, perlengkapan water rescue, dan peralatan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan, namun tim di lapangan menghadapi kendala ombak tinggi yang menyulitkan proses pencarian. Area pencarian mencakup koordinat A hingga D di sekitar lokasi jatuhnya korban, dengan jarak tempuh sekitar 78 nautical mile dari Dermaga Baamang.

Rencananya, jika korban ditemukan akan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di kampung halamannya, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Operasi masih terus dilakukan. Kami mengimbau masyarakat sekitar untuk melaporkan apabila melihat atau menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Capt. Mardattilah. c-zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *