PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Suasana Bundaran Besar Palangka Raya mendadak hijau dan penuh warna. Ratusan bonsai berbagai bentuk dan ukuran dipamerkan dalam ajang Pameran Nasional dan Festival Bonsai Palangka Raya 2025 bertema World Exhibition Bonsai, Jumat (29/8).
Festival yang digelar Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) Palangka Raya ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dan HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Mengusung slogan Back to Nature, kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan di Bumi Tambun Bungai.
Ketua RUBI Palangka Raya Rudi, menegaskan bahwa bonsai bukan hanya tanaman hias, melainkan sebuah seni yang sarat filosofi. “Bonsai membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi. Filosofinya sejalan dengan perjuangan dan pengabdian hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, festival ini tidak hanya mempertemukan para pecinta bonsai dari berbagai daerah, tetapi juga mendorong UMKM lokal. “Bonsai butuh banyak elemen pendukung, seperti pot, media tanam, dan aksesoris. Itu semua menghidupkan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Tercatat, ada 447 pohon bonsai yang ikut dipamerkan sekaligus dilombakan. Peserta datang dari berbagai daerah, mulai Barito Kuala, Banjarmasin, komunitas bonsai Blora (Jawa Tengah), hingga perwakilan 14 kabupaten/kota di Kalteng.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan menyebut festival bonsai ini sebagai salah satu bentuk dukungan Polri terhadap program Pemerintah Provinsi Kalteng.
“Polri ingin menghadirkan ruang positif bagi masyarakat. Melalui bonsai, kita dorong masyarakat menekuni kegiatan produktif. Kalau banyak aktivitas positif, cita-cita menuju Kalteng maju dan sejahtera bisa tercapai,” ungkapnya.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo juga mengapresiasi gelaran ini. “Kegiatan ini membawa banyak manfaat, bukan hanya untuk seni dan pelestarian lingkungan, tapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Selain pameran dan lomba, festival ini juga menjadi ajang silaturahmi komunitas bonsai dari berbagai daerah. Ribuan warga Palangka Raya pun tampak antusias hadir, menikmati keindahan bonsai yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan nilai filosofi mendalam tentang keseimbangan hidup. fwa





