PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga Kelurahan Petuk Bukit, Kecamatan Rakumpit, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial JD (51), warga Jalan Anggrek, Kelurahan Kereng Bangkirai, yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dengan luka bakar di sebagian tubuhnya.
Korban ditemukan di lahan kebunnya sendiri di kawasan Jalan Tumbang Talaken KM 54, masuk wilayah Agro Sukses Bersama P2KP, Jumat (29/8) sekitar pukul 23.30 WIB.
Kapolsek Rakumpit Iptu Joko Susilo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, laporan pertama diterima dari keluarga korban yang mengkhawatirkan karena JD tidak kunjung pulang sejak berangkat ke kebunnya pada pagi hari.
“Laporan awal datang dari istri korban melalui kerabatnya di Petuk Bukit, yang menyampaikan bahwa korban tidak kembali ke rumah. Padahal sebelumnya korban sempat mengatakan akan pulang sebelum sore,” jelas Kapolsek, Sabtu (30/8).
Warga bersama keluarga kemudian melakukan pencarian hingga larut malam. Upaya itu berakhir tragis ketika korban ditemukan dalam posisi tertelungkup, dengan tubuh penuh luka bakar di semak belukar yang sebelumnya sempat terbakar.
Salah seorang warga, Supriyono (30), menuturkan dirinya sempat melihat kepulan asap tebal dari lahan kebun korban sekitar pukul 12.00 WIB. Namun ia tidak menaruh curiga karena sedang sibuk memanen hasil kebun.
“Malamnya sekitar pukul 22.00 WIB, ada kerabat korban datang mencari. Kami kemudian bersama-sama menyisir kebun, hingga akhirnya sekitar pukul 23.30 WIB korban ditemukan sudah meninggal dunia dengan kondisi terbakar,” ungkapnya.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Rakumpit bersama Tim Inafis Polresta Palangka Raya segera menuju lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban, antara lain sepeda motor, kotak bekal, dan telepon genggam.
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalteng untuk dilakukan visum et repertum guna memastikan penyebab pasti kematian. Polisi masih melakukan penyelidikan apakah korban tewas akibat kecelakaan saat membersihkan kebun atau ada dugaan lain yang menyelimuti kasus tragis tersebut. fwa











