PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menyampaikan doa dan belasungkawa atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang ditabrak kendaraan taktis (rantis) polisi dalam demonstrasi di Jakarta, Kamis (28/8) malam lalu. Ia berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga almarhum Affan Kurniawan husnul khotimah. Mari kita bersama-sama mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” ucap Gubernur Agustiar Sabran, di Palangka Raya, Minggu (31/8).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi. Menurutnya, sejarah harus dijadikan pelajaran berharga untuk melangkah lebih maju ke depan.
“Kita pun sampai saat ini ikut terbawa arus, semoga jangan sampai berlarut terus. Kita ambil hikmahnya. Kalau kita bicara ke depan, sejarah itu referensi kita untuk melangkah ke depan untuk lebih maju lagi,” katanya.
Agustiar menekankan pentingnya menjaga persatuan dan tidak bertindak atas dasar emosi. Ia menegaskan bahwa sikap emosional justru dapat merugikan bangsa dan negara.
“Saya yakin ada adik-adik kalian yang bisa menjadi sesuatu di masa depan. Tetapi jika dengan emosi, maka akan habis negara ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.
“Kita semua yang katanya provokator, yang katanya memecah belah, saya katakan kepada anak-anakku sekalian yang ada di universitas: jaga Pancasila. Jangan sampai terbawa emosi sesaat, jangan sampai ikut orang yang tidak bertanggung jawab, jangan sampai anarkis,” pesan Gubernur.
Dengan pesan itu, Agustiar berharap generasi muda di Kalteng dapat menjadi penerus bangsa yang kuat, menjaga persatuan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.
“Jangan sampai kita terbodohi oleh provokator yang tidak bertanggung jawab ini untuk menghancurkan kita semua maka ini jangan sampai terjadi di Kalimantan Tengah jaga kerukunan dan kedamaian di Kalteng,” katanya.
Ia meyakini masyarakat Kalteng itu cinta damai tidak akan mudah terpengaruh oleh keadaan.
“Turunlah dengan kerukunan dan kedamaian, ingat leluhur kita seperti sekarang ini tidak mudah dengan harta benda dengan nyawa kita bisa merdeka sampai hari ini maka jaga kesatuan itu,” pungkasnya. ldw





