PENDIDIKAN

UPR Dorong Inovasi Hijau di Kampung Nelayan Kalteng

10
×

UPR Dorong Inovasi Hijau di Kampung Nelayan Kalteng

Sebarkan artikel ini
UPR Dorong Inovasi Hijau di Kampung Nelayan Kalteng
UPR Dorong Inovasi Hijau di Kampung Nelayan Kalteng
EKSPOSE- Kegiatan Ekspose Kajian bertema “Mewujudkan Inovasi Hijau melalui Peningkatan Kapasitas SDM Ramah Lingkungan di Kampung Nelayan Merah Putih”, baru-baru ini. FOTO ISTIMEWA

Sinergi SDM Ramah Lingkungan dan Ekonomi Biru untuk Desa Berkelanjutan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- Universitas Palangka Raya (UPR) menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan desa pesisir berkelanjutan melalui kegiatan Ekspose Kajian Green Human Resource Management (GHRM) bertema “Mewujudkan Inovasi Hijau melalui Peningkatan Kapasitas SDM Ramah Lingkungan di Kampung Nelayan Merah Putih”.

Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), baru-baru ini, menghadirkan akademisi, pemerintah daerah, pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kotawaringin timur, serta pelaku ekonomi desa dari 2 calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Desa Tanjung Putri (Kotawaringin Barat) dan Sei Ijum Raya (Kotawaringin Timur). Pertemuan dilaksanakan dengan metode Hybrid.

Ketua Tim Kajian, Dr. Roby Sambung, S.E., M.M., menjelaskan bahwa tantangan utama di wilayah pesisir bukan hanya keterbatasan sarana, tetapi juga rendahnya kesiapan sumber daya manusia untuk mengelola potensi laut secara berkelanjutan.

“Kami ingin membentuk nelayan, pengurus BUMDes, Pengurus Koperasi Desa Merah Putih dan pelaku UMKM yang tidak hanya memahami pentingnya lingkungan, tetapi mampu menjadikannya peluang ekonomi melalui inovasi hijau,” ujarnya.

Pemerintah desa dan pelaku ekonomi desa sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka berharap mampu meningkatkan keahlian dan kompetensi mereka sebagai pengelola BUMDes, KOPDes MP dan pelaku UMKM agar mampu berinobasi dalam mengelola desa dan usaha desa, menuju inovasi hijau.

Kepala DKP Kalteng, Sri Wardani menegaskan bahwa hasil kajian ini akan menjadi masukan penting bagi penyusunan kebijakan daerah tahun 2026.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih adalah transformasi sosial ekonomi. Temuan UPR menjadi pijakan bagi arah pembangunan berbasis ekonomi biru dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Kajian yang dilakukan selama 3 bulan ini merekomendasikan 5 langkah strategis, yakni:

– Peningkatan dan penguatan kapasitas SDM melalui pelatihan GHRM dan green marketing berkelanjutan dengan pola pendampingan.

– Penguatan BUMDes, koperasi dan UMKM dalam menggali potensi usaha dengan metode pemetaan bentang.

– Penerapan kebijakan desa hijau berbasis insentif perilaku ramah lingkungan.

– Sinergi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam transfer teknologi hijau dalam kegiatan sosialisasi dan program kerja.

– Integrasi konsep ekonomi biru dalam usaha perikanan, wisata dan konservasi.

Dalam hal ini, UPR berharap hasil kajian ini menjadi dasar penyusunan Rencana Aksi Inovasi Hijau dan diterapkan di seluruh kampung nelayan di Kalteng.

“Ramah lingkungan itu budaya, inovasi hijau itu karya,” tutup Dr. Roby dengan optimistis.ist