PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pasar Ramadan kembali menjadi daya tarik utama bagi masyarakat di Kota Palangka Raya selama bulan suci ini. Beragam makanan dan minuman dijajakan oleh para pedagang, menawarkan berbagai pilihan untuk menu berbuka puasa. Mulai dari makanan manis seperti kolak, es buah, dan kue tradisional hingga hidangan berat seperti nasi kuning, sate, serta berbagai lauk pauk lainnya.
Untuk menarik perhatian pembeli, para pedagang pun berkreasi dengan tampilan dagangan yang lebih menarik. Beragam warna mencolok serta kemasan yang unik menjadi strategi mereka agar dagangan lebih menggugah selera. Namun, di balik kemeriahan ini, masyarakat diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih makanan agar tetap terjaga kesehatannya.
Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Arif M. Norkim, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih makanan yang dikonsumsi dari pasar Ramadan. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa makanan yang dibeli memiliki kualitas yang layak dan aman dikonsumsi.
“Menyikapi jajanan dan makanan di pasar ramadan, harapan kami agar betul-betul mencerminkan kesehatan melalui makanan yang bagus untuk dikonsumsi sehingga tidak terjadi hal-hal yang berdampak tidak baik dalam kesehatan kita,” jelasnya, Senin (3/3).
Arif menyoroti peran instansi terkait seperti Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk turun langsung melakukan inspeksi. Langkah ini diperlukan guna memastikan bahwa makanan yang dijual di pasar Ramadan aman dari bahan berbahaya seperti pewarna tekstil, atau bahan kimia lainnya yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.
“Dan yang lebih penting juga agar balai pengawasan obat dan makanan harus juga sidak untuk melihat dan memastikan apakah makanan tersebut aman atau tidak,” lanjutnya.
Selain BPOM, ia juga meminta Dinas Kesehatan untuk turut serta dalam pengawasan, agar dapat memberikan kepastian bahwa makanan yang dijual sesuai dengan standar kesehatan. Jika ditemukan indikasi makanan yang berbahaya atau tidak layak konsumsi, maka harus segera diambil tindakan guna mencegah dampak buruk bagi masyarakat.
“Demikian juga untuk Dinas Kesehatan agar melihat secara langsung dari sisi kesehatannya. Jika ada hal-hal yang mungkin berdampak negatif terkait dampak makanan tersebut, segera dilakukan langkah-langkah yang sekiranya tidak membahayakan kepada semua orang,” katanya.
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat Palangka Raya dapat tetap menikmati pasar Ramadan dengan aman dan nyaman. Kesadaran untuk memilih makanan yang sehat tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mendukung lingkungan pasar Ramadan yang lebih berkualitas.
Kolaborasi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat sangat diperlukan agar pasar Ramadan tidak hanya meriah tetapi juga sehat dan aman bagi semua orang. nws











