PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Maraknya kecelakaan air yang terjadi di Sungai Kahayan dalam beberapa waktu terakhir menjadi sorotan serius berbagai pihak, satu di antaranya adalah anggota DPRD Kota Palangka Raya. Sungai yang masih menjadi nadi transportasi bagi sebagian masyarakat di wilayah kota cantik ini dinilai membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal keselamatan dan kelengkapan fasilitas pendukung.
Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya Khemal Nasery, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menekankan bahwa perlunya langkah konkret untuk mengantisipasi insiden kecelakaan, salah satunya dengan memperhatikan kondisi transportasi air yang masih minim rambu-rambu lalu lintas sungai.
“Untuk transportasi air kami sudah menyarankan dari dinas perhubungan untuk memperbanyak rambu-rambu lalu rintas di sungai itu, di tikungan itu diperbanyak rambu-rambunya, itu salah satu pengingat masyarakat. Rambu-rambu lalu lintas sungai itu tolong segera dipasang, diperhatikan,” ujar Khemal, Selasa (13/5).
Menurutnya, keberadaan rambu-rambu tersebut sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan dini. Ia juga menambahkan bahwa rambu yang sudah rusak atau roboh harus segera diganti. Selain itu, anak-anak sungai yang sering digunakan masyarakat untuk memotong perjalanan pun perlu diberi tanda atau rambu untuk meminimalisir risiko.
Ia menyebut fakta bahwa masih banyak masyarakat yang mengandalkan transportasi sungai sebagai sarana mobilitas tidaklah bisa dihindari, hal ini disebabkan oleh kondisi geografis kota Palangka Raya yang masih memerlukan sungai sebagai pilihan utama.
“Kita tidak bisa menghindari kondisi wilayah kota Palangka Raya, ada yang harus menggunakan transportasi sungai, kita tidak bisa menghindari itu kan. Maka yang bisa kita lakukan adalah mengantisipasi potensi bahaya dan memperkecil risiko kecelakaan,” ujarnya.
Selain pemasangan rambu, Khemal juga mengingatkan masyarakat, khususnya para pengguna transportasi sungai, agar memperhatikan keselamatan diri dan kelayakan perahu atau kapal yang digunakan. Ia menekankan pentingnya menyiapkan alat keselamatan seperti pelampung dan lampu sorot dalam setiap perjalanan.
“Di sungai kita belum ada fasilitas penerangan. Maka kami mendorong agar setiap perahu atau kapal dilengkapi dengan lampu penerang dan lampu sorot. Ini sangat membantu karena bisa memberi kode atau sinyal kepada perahu lain yang akan berpapasan,” jelasnya.
Khemal berharap agar semua pihak, baik pemerintah, operator transportasi air, maupun masyarakat umum, bisa bersama-sama meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di perairan. Ia menilai upaya-upaya preventif seperti ini adalah cara efektif untuk menekan angka kecelakaan.
“Tinggal kita bagaimana mengantisipasi itu, supaya tingkat kecelakaan itu semakin kecil. Dan pada waktunya akan nol. Nah tapi itu satu upaya kita yang bisa kita lakukan,” katanya. nws











