DPRD PALANGKA RAYA

Hatir Sata Tarigan Apresiasi 100 Hari Kerja Wali Kota

35
×

Hatir Sata Tarigan Apresiasi 100 Hari Kerja Wali Kota

Sebarkan artikel ini
FOTO ISTIMEWA  Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya Hatir Sata Tarigan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Anggota Komisi I DPRD Palangka Raya Hatir Sata Tarigan, memberikan dukungan penuh atas capaian kerja 100 hari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya. Ia menyebut realisasi delapan dari sembilan program prioritas sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat.

 

“Kami pantau sendiri bagaimana Pak Wali Kota dan Wakilnya sangat bekerja keras di lapangan. Sehingga kita sangat mendukung program ini,” katanya saat ditemui media selepas kegiatan Ekspose Progres 100 hari kerja wali kota, di Aula Rujab Wali Kota Palangka Raya, Kamis (15/5).

 

Meski satu program, yakni bedah rumah, masih dalam tahap penyempurnaan, Hatir menilai secara umum langkah awal kepala daerah menunjukkan arah yang positif. Ia berharap ritme kerja cepat yang sudah ditunjukkan tidak berhenti di 100 hari pertama saja.

 

“Harapan kami, Pak Wali dan Wakil tidak hanya sampai di sini. Tapi setelah 100 hari ini, lebih gercep lagi lah, karena memang sangat banyak ditunggu masyarakat di bawah,” tambahnya.

 

Tak hanya itu, Hatir juga memuji tumbuhnya kembali semangat gotong royong di lingkungan permukiman, yang menurutnya bisa menjadi kekuatan besar jika didukung penuh oleh pemerintah kota.

 

“Di komplek-komplek sekarang budaya gotong royong sangat tinggi. Kalau didukung sedikit oleh pemerintah kota, misalnya penyediaan alat-alat gotong royong atau pengangkut sampah, ini jadi kerjasama yang luar biasa,” jelas Hatir.

 

Dari sisi dukungan legislatif, Hatir menyebut DPRD Kota Palangka Raya telah konsisten mendukung penuh anggaran program-program prioritas yang diajukan oleh eksekutif, termasuk yang masuk dalam program 100 hari kerja.

 

“Yang kita dukung itu dari sisi anggaran. Sampai saat ini kita setuju semua. Program-program yang digagas oleh wali kota, hingga saat ini tidak ada yang kita sela. Karena memang kita melihat programnya riil,” ujarnya.

 

Terkait program bedah rumah yang belum berjalan, Hatir mengungkapkan ada sejumlah kendala, seperti belum adanya payung hukum yang kuat serta kondisi calon penerima manfaat yang sebagian besar belum memiliki rumah pribadi.

 

“Mereka pemerintah sedang mencari format terbaik. Banyak masyarakat yang bahkan belum punya rumah, masih menyewa. Jadi harus dicari bentuk bantuan yang tepat agar tetap tepat sasaran,” katanya.

 

Dengan sinergi kuat antara eksekutif dan legislatif, Hatir optimis Palangka Raya akan semakin maju dan mampu menjawab harapan masyarakat yang semakin tinggi. nws

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *