PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Wakil Ketua II DPRD Palangka Raya Nenie A Lambung, menegaskan pentingnya transformasi Posyandu menjadi pusat layanan kesehatan keluarga yang lebih luas, modern, dan mampu menjawab tantangan zaman. Tak lagi sekadar tempat menimbang balita, Posyandu diharapkan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan primer di tingkat komunitas.
“Sudah saatnya cakupan dan fungsi Posyandu diperluas agar benar-benar menjadi garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan primer,” ungkap Nenie, Senin (9/6).
Ia juga menyampaikan sudah saatnya Posyandu tidak hanya identik dengan balita dan ibu hamil. Namun juga layanan yang lebih komprehensif dari lansia, gizi keluarga, imunisasi lengkap, sampai deteksi dini penyakit tidak menular.
Dengan pertumbuhan Kota Palangka Raya yang semakin pesat, tantangan kesehatan masyarakat juga kian kompleks. Untuk itu, menurut Nenie, Posyandu harus bergerak cepat menjadi lebih adaptif dan terintegrasi, bahkan berbasis teknologi.
“Penting memperkuat sinergi antara kader Posyandu dengan program kesehatan komunitas. Kader-kader ini adalah ujung tombak karena mereka bersentuhan langsung dengan warga,” lanjutnya.
Ia juga mendorong digitalisasi sistem pencatatan di Posyandu, sehingga setiap data perkembangan anak, imunisasi, maupun kebutuhan intervensi kesehatan bisa termonitor dengan lebih baik dan efisien.
Tak kalah penting, Nenie menekankan peran sentral para kader Posyandu. Mereka, kata dia, adalah ujung tombak di lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Posyandu bisa jadi ruang edukasi gizi, pelatihan keterampilan ibu rumah tangga, bahkan penyuluhan kesehatan mental. Ini penting untuk membangun ketahanan keluarga secara holistik,” tutur Nenie.
Sebagai bentuk dukungan konkret, DPRD Kota Palangka Raya berkomitmen untuk mendorong penambahan anggaran demi penguatan fungsi Posyandu. Karena menurut Nenie, pondasi kesehatan masyarakat tidak bisa hanya bertumpu pada rumah sakit dan klinik besar, melainkan harus dimulai dari akar rumput yakni Posyandu. nws





