SAMPIT/TABENGAN.CO.ID- Kenaikan penumpang pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2025-2026 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, diprediksi mencapai 7 persen.
Kepala KSOP Kelas III Sampit Hotman Siagian mengatakan, estimasi kenaikan penumpang sekitar 7 persen tersebut dibandingkan dengan jumlah penumpang pada kegiatan Nataru 2024-2025 yang lalu.
“Jika kita lihat data penumpang naik turun tahun 2024 tercatat ada sebanyak 5.109 penumpang, dan untuk data prediksi di tahun ini ada sebanyak 5.501 penumpang,” terangnya, Kamis (18/12).
Dikatakannya, Pelabuhan Sampit bersiap menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 dengan mengoptimalkan 11 armada kapal yang disiapkan untuk melayani rute ke Pelabuhan Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Untuk posko Nataru 2025-2026 di Pelabuhan Sampit sendiri resmi dibuka pada 18 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 5 Januari 2026. Pembukaan posko dilakukan serentak di seluruh pelabuhan dan transportasi di Indonesia.
Dalam layanan itu ada dua pelayaran yang menyediakan transportasi yakni PT Pelni dan PT Dharma Lautan Utama. Dimana untuk PT Pelni menyiapkan tiga call kapal pada jadwal 22 Desember 2025, 30 Desember 2025 dan 5 Januari 2026 untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Kami telah melakukan empat kali rapat persiapan dengan seluruh stakeholder terkait dan instansi pemerintah seluruh stakeholder akan bersiaga 24 jam selama penyelenggaraan posko,” terang Hotman.
Manajer PT Dharma Lautan Utama Hendrik Sugiharto menambahkan, pihaknya menyiapkan 8 call keberangkatan yakni untuk rute Sampit-Surabaya sebanyak 5 call dan Sampit-Semarang sebanyak 3 call. Menurutnya, dari evaluasi dua tahun terakhir angkutan Nataru di Sampit tidak seperti masa angkutan Lebaran, bahkan dinilainya seperti keberangkatan reguler saja.
“Tentunya harapan kami 8 call yang kami sediakan untuk pelanggan kami dapat memback up semua penumpang Nataru di tahun ini,” pungkasnya. c-may





