Hukrim

4 Warga Tertembak di Areal PT KKP Kotim

31
×

4 Warga Tertembak di Areal PT KKP Kotim

Sebarkan artikel ini
4 Warga Tertembak di Areal PT KKP Kotim
KETERANGAN PERS-Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji didampingi AKBP Bobbi Rachman ketika menyampaikan keterangan pers terkait penembakan 4 warga Kotim dalam sebuah insiden pengamanan di areal HGU PT KKP 3, Wilmar Group, Desa Kenyala, Kecamatan Telawang. FOTO TABENGAN/ADE

*Polda Kalteng Selidiki Fakta di Lapangan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Empat warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilaporkan mengalami luka tembak dalam sebuah insiden pengamanan di areal Hak Guna Usaha (HGU) PT Karunia Kencana Permai (KKP 3), Wilmar Group, Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Senin (22/12).

Keempat warga tersebut masing-masing berinisial FR, AM, JO, dan IS. Mereka dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis setelah diduga terkena tembakan dalam peristiwa tersebut. Satu di antaranya mengalami luka serius di bagian bawah ketiak.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji membenarkan adanya laporan warga yang mengalami luka dan dirujuk ke RS dr Murjani Sampit. Namun, ia menegaskan insiden itu bermula dari dugaan tindak pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di area perusahaan.

“Petugas pengamanan menerima informasi adanya masyarakat yang diduga melakukan pencurian TBS di wilayah PT KKP 3 Wilmar Group,” ujar Erlan kepada awak media, Selasa (23/12).

Menindaklanjuti laporan tersebut, sekitar pukul 15.30 WIB, tim gabungan mendatangi lokasi kejadian. Aparat, kata Erlan, telah lebih dulu melakukan pendekatan secara persuasif dengan mengimbau masyarakat agar menghentikan aktivitas dan tidak melakukan pencurian.

Namun, menurut Erlan, imbauan tersebut tidak diindahkan. Sejumlah orang justru melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga dinilai dapat membahayakan keselamatan personel pengamanan.

‎‎“Karena situasi membahayakan, tim gabungan terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara dan melakukan tindakan tegas secara terukur. Setelah itu, masyarakat tersebut melarikan diri dan kemudian kami mendapat informasi adanya korban luka,” jelasnya.

‎‎Erlan menegaskan, saat ini Polda Kalteng masih melakukan penyidikan untuk memastikan penyebab luka yang dialami para korban, termasuk apakah luka tersebut benar akibat tembakan aparat atau disebabkan faktor lain.

‎‎“Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami bersama Polres Kotim. Kami masih mendalami fakta di lapangan,” tegasnya.

‎‎Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

‎‎“Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang belum jelas,” ujarnya.

‎‎Saat ini, Polda Kalteng bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Bidang Propam, dan Polres Kotim terus melakukan penyidikan dengan melibatkan personel kepolisian, termasuk unsur Brimob serta pihak perusahaan.

‎‎“Sementara ini, kami mengamankan satu unit kendaraan dan 45 tandan buah sawit sebagai barang bukti,” tambah Erlan.

‎‎Ia mengungkapkan bahwa wilayah tersebut sebelumnya kerap terjadi kasus pencurian, meski dalam beberapa waktu terakhir situasi relatif kondusif. Pihak kepolisian pun terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, tokoh agama, dan tokoh setempat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

‎‎Erlan menegaskan, apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum aparat saat pengamanan, Polda Kalteng tidak akan ragu memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

‎‎“Saat ini kondisi di lokasi terpantau aman dan kondusif, namun pemantauan dan pendekatan kepada masyarakat tetap kami lakukan demi menjaga stabilitas kamtibmas di Kotim dan Kalimantan Tengah secara umum,” pungkasnya. mak/fwa