Hukrim

PO Yessoe Serahkan Barang Bukti Kecelakaan Maut

26
×

PO Yessoe Serahkan Barang Bukti Kecelakaan Maut

Sebarkan artikel ini
PO Yessoe Serahkan Barang Bukti Kecelakaan Maut
BARANG BUKTI- Direktur Utama PO Yessoe Travel memperlihatkan rekaman cctv yang terpasang di unit yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Km 39, Desa Pandu Sanjaya Kecamatan Pangkalan Lada. FOTO ISTIMEWA

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Manajemen PO Yessoe secara resmi menyerahkan seluruh barang bukti terkait kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di Jalan Ahmad Yani Km 39, Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Rabu (24/12). Penyerahan barang bukti tersebut diserahkan sepenuhnya kepada penyidik Satlantas Polres Kobar untuk kepentingan penyelidikan.

Direktur Utama PO Yessoe Evy Susiana, menyampaikan bahwa sejak menerima laporan dari kru di lapangan, pihak perusahaan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Bus Mercedes Benz warna oranye bernomor polisi KH 7674 AI yang terlibat kecelakaan tersebut membawa puluhan penumpang.

“Begitu kami menerima laporan dari kru, manajemen langsung ke TKP untuk melakukan evakuasi penumpang dan korban,” ujarnya, Kamis (25/12).

Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral, Evy menegaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan keluarga korban dan menyampaikan duka cita mendalam. Terlebih, peristiwa tersebut terjadi di momen perayaan Natal.

“Kami sudah bertemu langsung dengan pihak keluarga korban di RSUD Imanudin Pangkalan Bun. Ini menjadi duka mendalam bagi kami semua, apalagi terjadi di saat Natal,” ungkapnya.

Evy menambahkan, penanganan kasus kecelakaan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Seluruh barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang terpasang di dalam bus, telah diserahkan kepada penyidik.

“Barang bukti sudah kami serahkan. Sopir dan kru juga sudah menjalani pemeriksaan atau BAP oleh pihak kepolisian. Kami tidak ingin mendahului siapa yang salah atau benar, biarkan semuanya diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Pasca kejadian, manajemen PO Yessoe memfokuskan perhatian pada penanganan korban, mulai dari biaya perawatan rumah sakit, proses evakuasi, hingga towing kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Fokus utama kami adalah korban. Seluruh biaya evakuasi dan rumah sakit kami tanggung. Rencananya, pada 26 Desember kami juga akan bertemu kembali dengan keluarga korban di Palangka Raya setelah proses pemakaman,” jelas Evy.

Ia juga memastikan seluruh penumpang Bus Yessoe selamat dalam insiden tersebut, meski bus mengalami kerusakan cukup parah. “Ada beberapa komponen yang memerlukan penanganan khusus dari Mercedes Benz. Sistem rem sempat terkunci dan baru bisa dievakuasi sekitar pukul 19.30 WIB,” katanya.

Selain itu, pihak perusahaan memastikan akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia, serta memfasilitasi santunan dari Jasa Raharja sesuai ketentuan yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas maut terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, melibatkan Bus Yessoe dengan mobil Honda Brio RS CVT warna silver metalik bernomor polisi AA 1985 ZE. Kasatlantas Polres Kobar AKP H. Sugeng menjelaskan, Honda Brio yang melaju dari arah Pangkalan Bun menuju Sampit diduga hilang kendali dan masuk ke jalur berlawanan.

“Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan depan dengan depan tidak dapat dihindari,” jelas AKP Sugeng.

Akibat benturan keras tersebut, pengemudi Honda Brio mengalami luka serius pada bagian kepala dan kaki kanan, serta dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. c-uli