-
Spirit Kalteng

KOLABORASI KUNCI SWASEMBADA PANGAN-Wagub Kalteng Ikuti Panen Raya Nasional

100
×

KOLABORASI KUNCI SWASEMBADA PANGAN-Wagub Kalteng Ikuti Panen Raya Nasional

Sebarkan artikel ini
PANEN RAYA-Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengikuti kegiatan secara virtual dari lahan pertanian di Jalan Alson II Lingkar Luar Kota Palangka Raya, Rabu (7/1). FOTO ISTIMEWA
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Dalam rangka pencapaian pembangunan pertanian tahun 2025, Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia menyelenggarakan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI, Rabu (7/1).

Kegiatan nasional tersebut diikuti sekitar 5.000 petani dan penyuluh secara luring serta lebih dari 2 juta petani secara daring. Hadir pula para kepala daerah, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim, Kapolres, kepala dinas lingkup pertanian, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas se-Indonesia.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Edy Pratowo mengikuti kegiatan ini secara virtual dari lahan pertanian di Jalan Alson II Lingkar Luar Kota Palangka Raya. Turut mendampingi sejumlah unsur Forkopimda atau yang mewakili, Wakil Wali Kota Palangka Raya, serta kepala OPD terkait. Kegiatan juga dirangkaikan dengan demonstrasi teknologi pertanian modern, seperti drone pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan) otomatis, serta pompa otomatis secara virtual.

Dalam sambutannya, Wagub Edy Pratowo menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan atas dukungan mereka terhadap Program Swasembada Pangan dan program strategis nasional lainnya.

“Keamanan itu penting. Kalau ada kehilangan dan sebagainya, itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Edy Pratowo.

Wagub juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palangka Raya yang terus bersinergi dalam mendukung program pertanian, meskipun memiliki keterbatasan luas lahan.

“Tidak harus padi, tetapi apabila memang bisa, kita kembangkan dengan hortikultura atau tanaman lain seperti jagung. Tidak salah, karena ini juga dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional kita,” katanya.

Menurut Wagub, kunci keberhasilan Program Swasembada Pangan Nasional terletak pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat di semua lapisan.

“Alhamdulillah, target swasembada pangan mulai tercapai, kita tidak impor lagi. Pemerintah Provinsi siap berkolaborasi. Meskipun tahun 2026 anggaran menurun, kita tetap memprioritaskan program-program strategis, khususnya pertanian dan ketahanan pangan,” tegasnya.

Edy Pratowo menambahkan, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menekankan bahwa target nasional juga merupakan target daerah yang wajib didukung dan ditindaklanjuti secara bersama-sama.

Lebih lanjut, Wagub memaparkan hingga tahun 2026, rencana kegiatan cetak sawah tahap dua di Kalteng mencapai luas kontrak sekitar 33.790 hektare dengan nilai kontrak lebih dari Rp1,179 triliun.

Selain itu, Pemprov Kalteng juga telah membangun pabrik pakan ternak di Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, dengan jagung sebagai salah satu bahan baku utama.

“Kenapa harus dibangun, karena kita pernah mengalami inflasi ternak, khususnya daging ayam. Para peternak kesulitan pakan karena harus mengimpor dari luar Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Dalam mendukung swasembada pangan padi menjadi beras, Pemprov Kalteng juga membangun Rice Milling Unit (RMU) di Sampit dan Lempuyang, serta Rice to Rice di Desa Pantik, Kabupaten Pulang Pisau.

“Alhamdulillah, dalam beberapa bulan terakhir Provinsi Kalimantan Tengah masuk 10 besar daerah dengan inflasi terendah. Salah satunya Kota Palangka Raya yang sangat intens menjaga inflasi agar tidak terjadi lonjakan,” pungkas Edy Pratowo. ldw/rmp

 

 

-
-
-