Hukrim

BPBD Palangka Raya Imbau Warga Waspadai Cuaca Panas Terik

159
×

BPBD Palangka Raya Imbau Warga Waspadai Cuaca Panas Terik

Sebarkan artikel ini

Risiko Dehidrasi dan Heatstroke Mengintai

BPBD Palangka Raya Imbau Warga Waspadai Cuaca Panas Terik
WASPADA-Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi.menyampaikan sosialisasi dalam salah satu kegiatan beberapa waktu lalu. FOTO ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas terik yang belakangan ini melanda wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya. Kondisi cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, kelelahan, hingga heatstroke apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi menerangkan, suhu udara yang tinggi, terutama pada siang hari, dapat berdampak serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta pekerja yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Cuaca panas terik yang terjadi saat ini perlu menjadi perhatian bersama. Kami meminta masyarakat agar menjaga kesehatan, salah satunya dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mengurangi aktivitas di bawah paparan sinar matahari langsung,” ujarnya, Minggu (18/1).

Menurut Heri, salah satu langkah paling sederhana namun sangat penting adalah memperbanyak konsumsi air putih. Ia menyarankan masyarakat untuk minum air secara teratur, meskipun tidak merasa haus, dengan kebutuhan minimal sekitar dua liter per hari atau disesuaikan dengan aktivitas masing-masing individu.

“Dehidrasi sering terjadi ketika kita kekurangan cairan, gejala awal seperti pusing, lemas, hingga kelelahan bisa muncul. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi heatstroke yang berbahaya,” jelasnya.

Selain menjaga asupan cairan, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk melindungi diri dari paparan panas matahari secara langsung. Ia menyarankan penggunaan pelindung seperti topi, payung, atau pakaian yang nyaman dan menyerap keringat saat beraktivitas di luar ruangan.

“Jika tidak ada kepentingan mendesak, sebaiknya hindari aktivitas di luar ruangan pada saat terik matahari sedang tinggi, terutama pada rentang waktu siang hingga sore hari,” tambahnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat penting untuk mengenali tanda-tanda gangguan kesehatan akibat panas berlebih. Gejala seperti sakit kepala, mual, kulit kemerahan, hingga tubuh terasa sangat panas perlu segera ditangani dengan beristirahat di tempat teduh dan mengonsumsi cairan yang cukup.

“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga keselamatan dan kesehatan diri sendiri serta keluarga. Kesiapsiagaan bukan hanya saat terjadi bencana besar, tetapi juga dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem seperti panas terik,” pungkasnya. dte