Spirit Kalteng

Kalteng Dapat 3 Rute Penerbangan Baru untuk Perkuat Konektivitas Pedalaman

356
×

Kalteng Dapat 3 Rute Penerbangan Baru untuk Perkuat Konektivitas Pedalaman

Sebarkan artikel ini
Kalteng Dapat 3 Rute Penerbangan Baru untuk Perkuat Konektivitas Pedalaman
Kepala Dishub Kalteng Yulindra Dedy

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Upaya menjaga keterhubungan wilayah pedalaman Kalimantan Tengah (Kalteng) terus diperkuat melalui pengoperasian angkutan udara perintis bersubsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Program ini telah melayani masyarakat melalui sejumlah rute strategis yang menghubungkan ibu kota provinsi dengan daerah-daerah penyangga di wilayah hulu dan pesisir.

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalteng memastikan, hingga saat ini terdapat tiga rute penerbangan perintis yang aktif beroperasi. Rute tersebut dinilai sangat krusial dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan dasar di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Kepala Dishub Kalteng Yulindra Dedy mengatakan, penerbangan perintis merupakan program rutin pemerintah pusat yang dilaksanakan setiap tahun dan selalu melalui proses evaluasi berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.

“Untuk Tahun Anggaran 2026, terdapat tiga rute penerbangan perintis yang saat ini sudah beroperasi, yaitu rute Muara Teweh–Palangka Raya, Puruk Cahu–Palangka Raya, serta Kuala Pembuang–Palangka Raya. Seluruh rute tersebut dilayani oleh maskapai Susi Air,” ujar Yulindra Dedy, di Palangka Raya, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tidak serta-merta membuka rute baru ataupun menambah subsidi tanpa kajian yang matang. Setiap rencana pengembangan rute penerbangan harus melalui analisis pasar, potensi jumlah penumpang, serta minat maskapai penerbangan agar layanan yang dibuka dapat beroperasi secara berkelanjutan.

“Kami harus berhati-hati. Jangan sampai rute dibuka, tapi tingkat keterisian rendah sehingga operasionalnya tidak bertahan lama. Semua harus berdasarkan kajian dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dishub Kalteng, lanjut Yulindra, juga membuka peluang bagi maskapai lain yang berminat untuk masuk melayani penerbangan perintis di wilayah Kalteng. Namun demikian, prinsip efektivitas dan keberlanjutan subsidi tetap menjadi pertimbangan utama.

“Kalau ada maskapai lain yang berminat dan hasil survei menunjukkan kebutuhan yang cukup, tentu peluang itu terbuka. Tapi kami tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian agar subsidi APBN yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” katanya.

Ia mengatakan, program angkutan udara perintis bersubsidi ini direncanakan berlangsung sepanjang tahun 2026 dengan mekanisme evaluasi berkala, termasuk penyesuaian kontrak layanan setiap tahunnya. Pemerintah berharap, keberadaan penerbangan perintis ini dapat terus menjadi tulang punggung konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan sulit dijangkau di Kalteng. ldw