KUALA KURUN/TABENGAN.CO.ID – Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong memimpin kegiatan Groundbreaking Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 54 Kabupaten Gunung Mas Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, Senin (26/1).
Dalam sambutannya, Bupati Jaya Samaya Monong mengungkapkan kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Gumas. Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan Sekolah Rakyat Rintisan yang telah dilaunching pada 29 September 2025 lalu. Program tersebut menjadi fondasi awal bagi pengembangan Sekolah Rakyat permanen yang kini mulai direalisasikan.
“Program Sekolah Rakyat yang diluncurkan di Kabupaten Gunung Mas merupakan bagian integral dari visi besar Pemerintah Pusat dalam pemerataan akses pendidikan, sekaligus sejalan dengan Program Prioritas Bupati Gunung Mas, Tambun Bungai Cerdas. Ini diharapkan mampu menjawab tantangan pendidikan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses,” jelasnya.
Kabupaten Gumas sendiri menjadi salah satu dari empat kabupaten/kota di Kalteng yang terpilih sebagai lokasi Sekolah Rakyat Rintisan Tahun 2025. Selain itu, Gunung Mas juga mendapatkan lokasi Sekolah Rakyat permanen yang berlokasi di Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun, yang pembangunannya telah dimulai sejak November 2025.
“Sebagai Bupati, saya memiliki harapan yang sangat besar agar inisiatif ini tidak hanya berjalan, tetapi benar-benar sukses dan menjadi model percontohan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus mampu mengatasi tantangan akses pendidikan dan memastikan tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal dari hak dasarnya untuk belajar dan berkembang.
Pemerintah Kabupaten Gumas, lanjutnya, menyambut baik serta mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat ini sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dukungan tersebut mencakup aspek kebijakan, fasilitasi, hingga penguatan kelembagaan pendidikan.
Seiring dengan pembangunan fisik gedung sekolah, Pemkab Gumas juga memiliki tanggung jawab untuk merekrut peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan total jumlah mencapai 1.050 siswa. Proses ini akan dilakukan secara terencana dan terkoordinasi agar tepat sasaran.
Oleh karena itu, Bupati menginstruksikan kepada seluruh perangkat daerah terkait agar memberikan dukungan maksimal sesuai dengan kewenangan masing-masing, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan. Hal tersebut penting agar pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Selain peran pemerintah, Jaya Samaya Monong juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga, mengawasi, serta mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar manfaat program ini benar-benar dirasakan secara luas.
“Saya yakin, dengan kolaborasi yang kuat dari seluruh pihak, mulai dari jajaran dinas terkait, para pendamping sumber daya manusia kesejahteraan sosial, orang tua siswa, hingga seluruh masyarakat, kita bisa mewujudkan Sekolah Rakyat sebagai bukti nyata komitmen kita dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi agen perubahan positif,” tutupnya. hen





