PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali memperkuat jajaran tenaga medis di Indonesia dengan melantik 26 dokter baru dari Fakultas Kedokteran (FK) Angkatan XXXV. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah ini berlangsung khidmat di Aula Palangka UPR, pada Selasa (3/2).
Hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, jajaran direksi RSUD Doris Sylvanus, serta RSJ Kalawa Atei.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Natalina Asi, Rektor UPR Prof. Salampak menekankan bahwa profesi dokter bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan panggilan mulia.
“Menjadi dokter berarti memikul tanggung jawab besar. Tidak hanya kecerdasan intelektual dan keterampilan medis yang dibutuhkan, tetapi dedikasi untuk selalu menjunjung tinggi etika dan moral dalam setiap tindakan medis,” tegas Dr. Natalina.
Beliau juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para dosen serta orang tua yang telah memberikan dukungan tanpa henti hingga para lulusan berhasil mencapai titik ini.
Dalam sambutannya yang penuh kehangatan, Dekan FK UPR, Dr. dr. Natalia Sri Martani, M.Si, menyapa para lulusan dengan sebutan “Anak-anakku,” sebuah panggilan yang menunjukkan kedekatan emosional selama masa bimbingan.
Dr. Natalia menekankan bahwa menjadi dokter adalah pekerjaan mulia yang diemban seumur hidup. Beliau mengisahkan dedikasi luar biasa para alumni FK UPR yang kini bertugas di berbagai medan, mulai dari dokter spesialis yang tetap melayani masyarakat saat menjadi driver ojek online dalam keadaan darurat, hingga dokter yang memberikan pertolongan medis di atas pesawat.
”Dokter adalah pengabdian tanpa batas. Di mana pun kita berada, kapan pun dibutuhkan, kita harus siap menolong. Itulah gambaran dokter sejati,” ujar Dr. Natalia di hadapan para wisudawan dan orang tua.
Ia juga mengingatkan bahwa mulai detik ini, para lulusan bukan lagi hanya milik keluarga, melainkan milik masyarakat luas. Oleh karena itu, menjaga kode etik profesi menjadi kewajiban mutlak.
”Hati-hati dalam melangkah dan mengambil keputusan. Jika ragu, jangan segan untuk berkonsultasi dengan konsulen atau senior. Ada konsekuensi moral dan hukum di setiap tindakan medis kita,” tegasnya.
Peningkatan Kualitas SDM dan Prodi Baru
Selain melantik dokter baru, Dr. Natalia membawa kabar gembira mengenai perkembangan institusi. FK UPR terus berbenah dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Beliau mengapresiasi sejumlah staf pengajar yang baru saja menyelesaikan studi lanjut (Doktor/S3), di antaranya:
dr. Dewi Parita Fortuna, M.Ked.Klin, Sp.MK
drg. Helena Jelita, M.M., M.Dent.Sc., Sp.Perio
dr. Merry Manalu, Sp.M
Serta mendukung staf yang sedang menempuh proses promosi doktor seperti dr. Dona Novina Kahanjak, M.Biomed dan dr. Fransiska, M.Si.
FK UPR juga secara resmi mempromosikan pembukaan Program Studi S2 Biomedis yang akan mulai menerima mahasiswa baru pada September mendatang.
Menutup sambutannya, Dr. Natalia mengutip pesan bijak dari Bapak Kedokteran Modern, Ibnu Sina (Avicenna), sebagai bekal spiritual bagi para dokter baru.
”Doa adalah kunci untuk membuka pintu rahmat Allah, namun usaha adalah cara untuk menjemputnya. Sebagai dokter, mulailah aktivitas dengan doa dan jemputlah kesembuhan pasien dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran rektorat, dekanat, serta keluarga dokter baru yang hadir dengan penuh rasa bangga. Rmp





