PEMKO PALANGKA RAYA

Palangka Raya Kota Paling Transparan dan Akuntabel Dari 77 Kota Peserta Seluruh Indonesia

149
×

Palangka Raya Kota Paling Transparan dan Akuntabel Dari 77 Kota Peserta Seluruh Indonesia

Sebarkan artikel ini
Palangka Raya Kota Paling Transparan dan Akuntabel Dari 77 Kota Peserta Seluruh Indonesia
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin ketika menerima penghargaan. Foto Diskominfo Palangka Raya

+Palangka Raya Andalkan Program “SOFOOD MAPAN” dalam Akselerasi SDGs Nasional

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemko Palangka Raya menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2025.

Berdasarkan ringkasan laporan program Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025, Kota Palangka Raya mencatatkan tingkat pengisian data indikator SDGs sebesar 100 persen.

Keberhasilan ini menempatkan Kota Cantik sebagai salah satu kota yang paling transparan dan akuntabel dari 77 kota peserta di seluruh Indonesia.

Pencapaian gemilang ini didorong oleh hadirnya program unggulan yang inovatif bertajuk “Sorgum Super Food Masa Depan” atau SOFOOD MAPAN.

Program ini menjadi tulang punggung strategi pemerintah kota dalam menjawab tantangan ketahanan pangan serta diversifikasi pangan berbasis potensi lokal.

Melalui SOFOOD MAPAN, Pemko berupaya mengoptimalkan lahan yang ada untuk budidaya sorgum sebagai alternatif bahan pangan pokok yang bergizi tinggi dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa pemilihan sorgum sebagai program unggulan didasarkan pada visi jangka panjang untuk menciptakan kemandirian pangan.

Dia menilai bahwa inovasi ini memiliki dampak ganda, yakni meningkatkan ekonomi petani lokal sekaligus memperkuat status nutrisi masyarakat melalui penyediaan pangan sehat yang berkelanjutan.

“Melalui program SOFOOD MAPAN, kami ingin membuktikan bahwa Palangka Raya siap menjadi pelopor dalam ketahanan pangan masa depan,” katanya, Kamis, 5 Februari 2026.

Sorgum bukan hanya sekadar komoditas, tapi solusi konkret untuk mencapai target SDGs, khususnya dalam menghapus kelaparan dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

“Skor 100 persen dalam pengisian data indikator adalah bukti bahwa program ini direncanakan dan dieksekusi dengan sangat terukur,” ungkap Fairid.

Keberhasilan program ini juga diperkuat dengan keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan. Dalam kerangka I-SIM 2025, sinergi antara Bappenas, APEKSI dan PT Surveyor Indonesia membantu memastikan bahwa inovasi SOFOOD MAPAN memiliki standar yang diakui secara nasional.

Fokus pada “Super Food” ini juga sejalan dengan predikat “The Encourager” yang diraih kota ini, karena mendorong perubahan gaya hidup sehat dan sistem pertanian yang lebih hijau.

Dengan total partisipasi 77 dari 98 kota di Indonesia, Palangka Raya berhasil membuktikan bahwa inovasi lokal seperti SOFOOD MAPAN mampu bersaing di level nasional.

Pemerintah kota berkomitmen untuk terus memperluas area budidaya dan hilirisasi produk sorgum agar manfaat ekonominya semakin terasa bagi warga.

Langkah ini diharapkan mampu membawa Palangka Raya melampaui target-target pembangunan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.