Spirit Kalteng

NASIB PILU PELAJAR DESA JANGO, BARTIM -Jalan Debu dan Berlumpur Rintangan Menuju Sekolah

68
×

NASIB PILU PELAJAR DESA JANGO, BARTIM -Jalan Debu dan Berlumpur Rintangan Menuju Sekolah

Sebarkan artikel ini
NASIB PILU PELAJAR DESA JANGO, BARTIM -Jalan Debu dan Berlumpur Rintangan Menuju Sekolah
RUSAK PARAH-Para pelajar di  Desa Jango, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur kesulitan menuju sekolah karena jalan yang dilalui penuh kubangan lumpur. FOTO TABENGAN/EKO

TAMIANG LAYANG/TABENGAN.CO.ID – Warga Desa Jango, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, mengeluhkan buruknya akses jalan yang setiap hari harus dilalui anak-anak mereka untuk bersekolah. Hingga kini, para pelajar terpaksa menggunakan jalan rusak milik perusahaan karena tidak adanya jalan umum yang layak dan aman menuju SMP di Desa Ampari Bura atau Bahalang.

Kondisi jalan tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan pelajar. Saat musim kemarau, jalan dipenuhi debu tebal, sementara ketika hujan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui.

Hairul Anwar, warga Desa Jango, mengatakan, persoalan ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah. Anak-anak sekolah, kata dia, kerap kesulitan bahkan terancam keselamatannya saat melintasi jalan tersebut.

“Kalau hujan, jalannya sangat becek dan licin. Anak-anak sering susah lewat. Tapi mau bagaimana lagi, itu satu-satunya jalan yang bisa dipakai,” ujar Hairul, Senin (9/2/2026).

Menurut Hairul, sebenarnya telah dibuka jalan alternatif sejak 2023. Namun hingga kini, jalan tersebut tidak pernah ditingkatkan infrastrukturnya dan pembangunannya dibiarkan terbengkalai, sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Memang ada jalan alternatif, tapi sejak dibuka tidak pernah diperbaiki. Kalau lewat sana, anak-anak harus memutar jauh ke Desa Kotam dulu sebelum sampai ke Ampari Bura. Itu jelas memberatkan,” tegasnya.

Warga menilai pemerintah daerah belum menunjukkan keseriusan dalam menjamin hak dasar anak untuk memperoleh akses pendidikan yang layak dan aman. Ketergantungan pada jalan perusahaan dinilai tidak semestinya terus dibiarkan.

“Kami paham desa kami berada di jalur jalan perusahaan. Tapi masa iya anak-anak sekolah harus terus bergantung pada jalan perusahaan? Pemerintah seharusnya hadir dengan membuka dan melanjutkan pembangunan jalan alternatif yang benar-benar layak,” kata Hairul.

Ia menegaskan, perbaikan akses jalan tidak hanya menyangkut kepentingan pelajar, tetapi juga menjadi kebutuhan mendasar seluruh masyarakat Desa Jango.

“Jalan ini bukan cuma untuk anak sekolah. Ini urat nadi desa. Kalau aksesnya terus dibiarkan rusak, masyarakat yang terus jadi korban,” tutup Hairul Anwar.

Sementara itu menurut informasi, kepeduliaan perusahaan sawit, tambang dan lainnya sangat minim berkontribusi dalam pembangunan yang ada di Barito Timur, terutama pembangunan infrastruktur.pea