PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota Palangka Raya. Seiring pertumbuhan penduduk dan tingginya aktivitas masyarakat, jumlah sampah yang harus diangkut setiap tahun menunjukkan tren peningkatan.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya mencatat, pada 2021 volume sampah terangkut mencapai 39.718,4 ton. Angka tersebut sempat turun tipis pada 2022 menjadi 39.664,6 ton. Namun, pada 2023 kembali naik menjadi 40.259,06 ton, meningkat lagi pada 2024 sebesar 41.537 ton, dan pada 2025 menyentuh 41.538 ton.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Palangka Raya Berlianto mengungkapkan, saat ini sampah yang ada di Kota Palangka Raya kurang lebih 162,3 ton/hari.
Dari jumlah tersebut masuk ke TPA kurang lebih 113,61 ton/hari sekitar 70 persen, pengurangan sampah 28 persen di kelola di bank sampah, PDU/ TPS3R, rumah kompos, dan pengomposan mandiri, sedangkan 2 persen los penanganan yautu di bakar warga, buang di sembarang tempat, di luar jangkauan pelayanan.
Berlianto menilai kenaikan tersebut menjadi tantangan bersama yang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat, untuk menentukan keberhasilan pengelolaan sampah di kota ini.
Ia menekankan pentingnya perubahan perilaku dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga. Langkah sederhana seperti memilah sampah organik dan anorganik, serta memisahkan sampah yang memiliki nilai ekonomis, dinilai mampu memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara konsisten.
“Lakukan hal kecil seperti memisahkan sampah organik dan anorganik, serta memilah sampah yang memiliki nilai ekonomis. Jika ini dilakukan secara konsisten, maka volume sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan,” katanya, Jumat (27/2/2026).
Selain pemilahan, Berlianto juga mengajak warga memanfaatkan bank sampah yang telah tersedia di sejumlah lingkungan. Keberadaan bank sampah tidak hanya membantu mengurangi timbunan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi tambahan bagi masyarakat.
DLH turut mengimbau warga untuk menggunakan jasa operator pengumpul sampah resmi dengan sistem berlangganan. Melalui layanan tersebut, sampah yang telah dipilah dapat diangkut secara terjadwal, sehingga meminimalkan risiko pembuangan liar yang berpotensi mencemari lingkungan.
“Melalui partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemko Palangka Raya berharap pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal. Lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan pun diharapkan bukan sekadar cita-cita, melainkan menjadi budaya bersama warga kota. nws/red





