PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng).
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut, Chandra, menyampaikan bahwa untuk kondisi cuaca secara umum cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan bersifat lokal. Namun, potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Kalteng.
“Secara umum cuaca berawan hingga hujan ringan, tetapi terdapat potensi hujan sedang sampai lebat di sejumlah wilayah, terutama pada periode awal Maret,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Dalam rilis prakiraan cuaca mingguan tersebut, BMKG mencatat suhu udara di wilayah Kalteng berkisar antara 23°C hingga 34°C, dengan kelembapan udara antara 60 hingga 100 %. Angin umumnya bertiup dari arah Selatan hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar 5–20 km/jam.
“Secara dinamika atmosfer, terpantau adanya daerah belokan angin serta perlambatan kecepatan angin atau konvergensi di wilayah Kalteng. Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah tersebut,” katanya.
Selain itu, meskipun kelembapan udara di lapisan menengah terpantau sedikit lebih kering dibandingkan hari sebelumnya, faktor labilitas lokal yang cukup kuat di beberapa wilayah tetap mendukung proses konvektif dalam skala lokal. Hal ini berkontribusi terhadap peningkatan potensi pembentukan awan hujan, khususnya pada siang hingga sore hari.
Untuk periode 27 hingga 1 Maret 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang meliputi Kabupaten Gunung Mas, Kapuas bagian utara, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur.
Sementara itu, pada periode 2 hingga 5 Maret 2026, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan lebih meluas, mencakup Kotawaringin Barat, Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, Pulang Pisau, serta Kota Palangka Raya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir, angin kencang, bahkan angin puting beliung. Warga juga diminta berhati-hati terhadap kemungkinan dampak bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.
“Perubahan cuaca dapat terjadi kapan saja. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG,” pungkasnya. dte/red











