PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) menyiapkan delapan unit mobil layanan kesehatan keliling untuk menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerataan akses layanan kesehatan hingga ke desa-desa terpencil.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menegaskan mobil layanan kesehatan tersebut minimal akan beroperasi satu kali dalam sebulan di setiap wilayah sasaran. Ia memastikan masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan tetap mendapatkan pelayanan medis yang layak.
“Kami jemput bola agar warga pedalaman tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan. Mobil layanan ini akan membawa dokter spesialis, obat-obatan, serta fasilitas medis langsung ke berbagai kecamatan terpencil,” ujar Agustiar, Rabu (25/2).
Menurutnya, langkah ini merupakan strategi konkret Pemprov Kalteng untuk menyeimbangkan kualitas pelayanan kesehatan antara kawasan perkotaan dan wilayah pedalaman. Selama ini, tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi kendala utama masyarakat desa dalam memperoleh layanan medis.
“Layanan kesehatan tidak boleh hanya terpusat di kota. Kami ingin memastikan masyarakat di desa terpencil juga mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, mobil layanan kesehatan keliling tersebut tidak hanya difungsikan untuk pemeriksaan dan pengobatan umum, tetapi juga mendukung program vaksinasi, pemeriksaan rutin ibu dan anak, deteksi dini penyakit tidak menular, hingga edukasi kesehatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan tidak ada yang tertinggal. Pemeriksaan rutin, vaksinasi, hingga penyuluhan kesehatan akan kami lakukan secara berkala di pedalaman,” katanya.
Program ini terintegrasi dengan skema bantuan dalam KHBS, seperti bantuan pangan dan bantuan keuangan bagi masyarakat kurang mampu. Dengan integrasi tersebut, pemerintah berharap intervensi yang dilakukan tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga kesejahteraan secara menyeluruh.
Gubernur juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program. Pemprov Kalteng bekerja sama dengan aparat pengawasan untuk memastikan seluruh proses berjalan akuntabel. Setiap penerima layanan akan didata secara sistematis, dan masyarakat yang belum terlayani dapat menyampaikan pengaduan melalui laman resmi HumaBetang.id.
“Kami membuka ruang pengawasan publik. Semua data penerima layanan dicatat dengan baik, dan masyarakat bisa menyampaikan keluhan atau laporan jika ada yang belum terjangkau,” ujarnya.
Dengan hadirnya delapan mobil layanan kesehatan keliling tersebut, Pemprov Kalteng berharap kualitas hidup masyarakat pedalaman dapat meningkat, angka kesakitan menurun, serta kesenjangan akses layanan kesehatan antarwilayah di Bumi Tambun Bungai semakin berkurang.ldw/red











