Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalteng, Hasan Basri
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalteng, Hasan Basri, memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan akan kembali sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Hasan Basri menjelaskan, berdasarkan laporan resmi dari travel umrah yang memberangkatkan, terdapat empat PPIU asal Kalteng dengan total 134 jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi.
Adapun rinciannya, pertama, PT DHS Kantor Pusat Sampit memberangkatkan 40 jemaah pada 22 Februari 2026 dan dijadwalkan pulang pada 4 Maret 2026. Kedua, PT Makarim ElAkhlak Tourindo Cabang Pangkalan Bun memberangkatkan 13 jemaah pada 25 Februari 2026 dan akan kembali pada 8 Maret 2026. Ketiga, PT Alifa Raya Tour Cabang Palangka Raya memberangkatkan 50 jemaah pada 25 Februari 2026 dengan jadwal kepulangan 8 Maret 2026. Keempat, PT Alkamila Travel and Tour Kantor Pusat Pangkalan Bun memberangkatkan 31 jemaah pada 25 Februari 2026 dan juga dijadwalkan pulang 8 Maret 2026.
“Totalnya ada 134 jemaah yang sudah berangkat. Hari ini yang pulang dari PT DHS sebanyak 40 orang. Sisanya, yakni dari Makarim 13 orang, Alifa Raya 50 orang, dan Alkamila 31 orang, rata-rata akan pulang tanggal 8 Maret sesuai jadwal,” ujar Hasan Basri, di Palangka Raya, Rabu (4/3/2026).
Ia menegaskan tidak ada jemaah yang dipulangkan lebih awal maupun yang mengalami penundaan keberangkatan dari empat travel tersebut.
Terkait situasi konflik di wilayah Timur Tengah, Hasan memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi jemaah asal Kalteng yang saat ini berada di Arab Saudi, khususnya bagi mereka yang menggunakan penerbangan langsung dari Indonesia.
“Untuk ibadah di Arab Saudi mereka masih aman. Penerbangan yang berangkat dari Indonesia langsung ke Jeddah atau Madinah menggunakan Garuda dan Lion Air itu aman karena tidak transit,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi keterlambatan biasanya terjadi pada penerbangan yang harus transit di beberapa negara, seperti Qatar atau Turki, yang rutenya melintasi wilayah udara tertentu. Namun, untuk jemaah Kalteng yang sudah berangkat, mayoritas menggunakan penerbangan langsung.
“Yang dikhawatirkan itu penerbangan transit. Tapi yang empat travel ini rata-rata langsung, jadi sampai saat ini aman,” katanya.
Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umrah telah mengeluarkan imbauan kepada PPIU agar mempertimbangkan penundaan keberangkatan bagi jemaah yang belum berangkat, terutama yang rutenya transit dan melewati wilayah terdampak konflik.
“Kami mengimbau bagi yang memang sudah terjadwal berangkat dan rutenya transit melewati wilayah yang terdampak, sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi benar-benar kondusif,” ungkap Hasan.
Sementara bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi, ia meminta agar tetap tenang dan fokus menjalankan ibadah.
“Bagi mereka yang sudah di sana, tetap yakin, jangan takut dan jangan gelisah. Pemerintah terus berkoordinasi dengan KJRI di Arab Saudi untuk memantau perkembangan situasi terkini,” katanya.
Hasan menegaskan, hingga saat ini tidak ada laporan jemaah asal Kalteng yang tertunda keberangkatannya akibat situasi tersebut, selain empat travel yang memang sudah lebih dulu berangkat.
“Untuk keberangkatan dari Kalteng, selain empat travel yang sudah berangkat itu, belum ada laporan lain. Jadi tidak ada jemaah kita yang ditunda,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menyelesaikan rangkaian ibadah umrah dengan lancar dan kembali ke Tanah Air sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Insya Allah tetap aman. Saatnya pulang, pulang sesuai jadwal. Pemerintah terus memantau dan memastikan keselamatan jemaah,” pungkasnya.ldw/red











