MANILA/TABENGAN.CO.ID – Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Manila sukses menyelenggarakan rangkaian Seminar Internasional Daring (Webinar) pada tanggal 28 dan 30 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengupas tuntas dinamika sistem pendidikan di wilayah akreditasi yang mencakup Filipina, Republik Palau, dan Kepulauan Marshall. Upaya strategis ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KBRI Manila dalam memetakan potensi kolaborasi pendidikan, riset serta memperkuat hubungan bilateral di kawasan regional.
Webinar ini juga menjadi tonggak penting bagi perluasan cakrawala internasional para akademisi dan mahasiswa Indonesia, khususnya dari Provinsi Kalimantan Tengah.
Hadir sebagai narasumber utama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, Prof. Nina Yulianti, Ph.D., memberikan paparan strategis mengenai tantangan dan peluang pendidikan di wilayah Pasifik. Di samping mengemban tugas diplomatik, Prof. Nina merupakan Guru Besar bidang Geo-informasi di Universitas Palangka Raya (UPR). Jalannya diskusi dipandu oleh moderator Rendy Muhammad Iqbal, Ph.D., dosen FMIPA UPR sekaligus pakar Membrane Technology lulusan Universiti Teknologi Malaysia.
Peluang Strategis di Asia Tenggara dan Pasifik Barat
Dalam paparannya, Prof. Nina menekankan signifikansi momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Filipina yang kian solid melalui mekanisme Joint Working Group debidang pendidikan, riset dan kebudayaan. Sinergi ini tercermin dari tren positif mobilitas pelajar Indonesia di Filipina yang diproyeksikan mencapai ratusan orang pada tahun 2025, mencakup jenjang magang, pendidikan dasar hingga doktoral. Sementara itu, juga tercatat puluhan mahasiswa Filipina yang melakukan pertukaran pelajar ke berbagai universitas di Indonesia tahun 2025.
Selain Filipina, webinar ini memberikan perhatian khusus pada penjajakan kerja sama di Republik Palau dan Kepulauan Marshall dengan beberapa poin kunci tentang Sistem Pendidikan Pasifik, pentingnya Pacific Qualifications Framework (PQF) dalam menjamin pengakuan kualifikasi pendidikan secara internasional di kawasan Pasifik serta Peluang penelitian bersama bagi akademisi Indonesia, terutama dari Kalimantan Tengah, mengenai isu perubahan iklim dan geografi kepulauan yang memiliki kemiripan karakteristik wilayah.
Pesan Hari Pendidikan Nasional untuk Bumi Tambun Bungai
Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Prof. Nina Yulianti menyampaikan pesan inspiratif bagi tanah kelahirannya. Beliau mengajak seluruh elemen pendidikan di Kalimantan Tengah untuk terus bergerak maju dan berani menembus batas-batas geografis dalam menuntut ilmu.
“Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu dunia. Dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional ini, saya mengajak putra-putri Kalimantan Tengah untuk tidak ragu mengejar peluang studi dan riset hingga ke mancanegara,” ungkap Prof. Nina. Beliau menekankan bahwa semangat “Habaring Hurung” atau gotong royong harus dibawa ke ranah global melalui kolaborasi akademik internasional. “Saatnya menjelajah peluang baru dan wujudkan impian studimu di kancah internasional,” tegasnya.
Keberhasilan rangkaian webinar pada 28 dan 30 April ini diharapkan segera membuahkan kerja sama konkret antara universitas-universitas di Kalimantan Tengah dengan institusi pendidikan di Asia Pasifik guna meningkatkan daya saing sumber daya manusia lokal di level global. dy/red





