-
PEMKO PALANGKA RAYA

Fairid Cek Antrean, SPBU BUKA 24 JAM, Panic Antrean BBM P Raya Pulih

177
×

Fairid Cek Antrean, SPBU BUKA 24 JAM, Panic Antrean BBM P Raya Pulih

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN-Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani (kanan), Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun (kiri) saat ditemui di Palangka Raya.CEK ANTREAN-Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat melakukan sidak di SPBU Jalan G Obos guna memastikan antrean BBM berlangsung normal, Sabtu (9/5/2026) malam. FOTO TABENGAN/ANITA WIDYANINGSIH
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Setelah beberapa hari menjadi sorotan akibat antrean panjang di sejumlah SPBU, kondisi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palangka Raya mulai menunjukkan perbaikan. Pada Sabtu (9/5/2026) dan Minggu (10/5/2026), antrean kendaraan yang sebelumnya mengular hingga berjam-jam telah pulih dan kembali normal.

Pemerintah bersama Pertamina terus bergerak cepat melakukan berbagai langkah penanganan. Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyampaikan bahwa pihaknya telah turun langsung memantau kondisi di lapangan sekaligus mengumpulkan seluruh pengelola SPBU di Kota Palangka Raya.

“Kami telah menyaksikan kondisi di wilayah Kota Palangka Raya, dan baru saja mengumpulkan seluruh SPBU untuk mengantisipasi serta menyikapi situasi yang terjadi saat ini,” ujarnya, Sabtu.

Sebagai langkah konkret, Pertamina mengoptimalkan pelayanan seluruh SPBU diperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 01.00 WIB, bahkan 7 SPBU ditetapkan beroperasi selama 24 jam. Sementara itu, untuk kendaraan roda dua pengguna Pertalite, sementara tidak diwajibkan menggunakan barcode. Tujuh SPBU yang beroperasi 24 jam di antaranya Jalan Seth Adji–PT Sumber Mulia Raya, Jalan Kapten Piere Tendean Trans Km 2,7–PT Sumber Mulia Raya, Jalan G Obos–PT Berkat Mulia Bersaudara, Jalan S Parman–PT Palangka Raya Makmur Bersama, Jalan Tjilik Riwut Km 12–PT Filadelfia Berkat Abadi, Jalan Tjilik Riwut Km 2–PT Alhamid Mulia Bersaudara, Jalan Rajawali Km 1–PT Insan Mulia Raya.

Selain itu, distribusi pasokan juga diperkuat dengan mengandalkan Terminal BBM di Pulang Pisau serta dukungan tambahan melalui skema Regular Alternative Emergency (RAE) dari Terminal BBM Banjarmasin. Untuk memastikan kelancaran distribusi, Pertamina juga menyiagakan 54 persen armada mobil tangki guna melayani lebih dari 20 SPBU di Kota Palangka Raya.

“Kami berkomitmen bersama mitra untuk terus melayani masyarakat agar mendapatkan BBM dengan baik,” tambah Isfahani.

Dari sisi ketersediaan, Pertamina memastikan stok BBM di wilayah Kalimantan Tengah dalam kondisi aman. Saat ini, persediaan Pertamax tercatat sekitar 1,17 juta kiloliter (KL), Pertalite lebih dari 3,3 juta KL, dan Biosolar mencapai sekitar 2,17 juta KL. Dengan jumlah tersebut, coverage day atau ketahanan stok dipastikan mencapai 11 hari ke depan.

Meski demikian, Pertamina tetap akan memantau perkembangan konsumsi di lapangan dan menyesuaikan distribusi secara fleksibel sesuai kebutuhan.

Terkait penyebab antrean panjang, Isfahani menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan evaluasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Dalam kondisi panik, seolah-olah muncul kekhawatiran bahwa stok tidak tersedia, padahal sebenarnya aman,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas penyaluran BBM dengan memastikan pelayanan di SPBU berjalan optimal serta masyarakat membeli sesuai kebutuhan.

Sementara itu, kebijakan operasional SPBU 24 jam di beberapa titik, akan diberlakukan secara tentatif hingga kondisi kembali normal.

Pertamina berharap, melalui langkah-langkah ini, kepercayaan masyarakat dapat segera pulih dan distribusi BBM kembali stabil, tidak hanya di Kota Palangka Raya tetapi juga di wilayah lain di Kalteng yang sempat terdampak antrean serupa.

Fairid Cek Antrean

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin didampingi Wakil Wali Kota Achmad Zaini dan Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi bersama unsur Forkopimda turun langsung meninjau sejumlah SPBU, seperti SPBU Jalan G.Obos dan Yos Sudarso pada Sabtu (9/5/2026) malam. Dari hasil pemantauan, kondisi antrean sudah jauh lebih terkendali dan proses pengisian berlangsung cepat serta tertib.

“Alhamdulillah, beberapa titik sudah berjalan lebih lancar dan mulai terlihat normal,” ujar Fairid sesaat setelah peninjauan.

Ia menjelaskan, kondisi sempat padat pada pagi hingga siang hari karena hasil rapat koordinasi baru dijalankan setelah dilakukan pada malam sebelumnya.

Menurutnya, penambahan pasokan dari Pertamina mulai memberikan dampak signifikan pada sore hingga malam hari. Meski antrean mulai melonggar, pemerintah tetap menjaga intensitas koordinasi dengan pihak SPBU dan Pertamina guna memastikan distribusi berjalan stabil.

Fairid menegaskan, kebutuhan BBM Kota Palangka Raya berada di angka sekitar 205 kiloliter (KL) per hari. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjaga pasokan agar tidak kembali turun seperti sebelumnya yang sempat berada di kisaran 150 hingga 170 KL per hari.

“Komitmennya, 205 KL harus tersedia setiap hari. Ini penting agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan antrean tidak kembali terjadi,” tegasnya. nws/fwa-red

-
-
-