-
PEMPROV KALTENG

KEJAR TARGET 40 RIBU HEKTARE-Cetak Sawah Kalteng Capai Lebih 80 Persen

179
×

KEJAR TARGET 40 RIBU HEKTARE-Cetak Sawah Kalteng Capai Lebih 80 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Rendy Lesmana
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Program cetak sawah di Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan progres positif. Hingga akhir April 2026, realisasi luas tambah tanam (LTT) disebut telah melampaui 80 persen dari target bulanan sekitar 34 ribu hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng Rendy Lesmana mengatakan, percepatan cetak sawah terus dilakukan untuk mendukung peningkatan produksi pangan di daerah.

“Progres tetap jalan, karena kita juga mengejar luas tambah tanam. Setiap hari dipantau. Untuk bulan April saja target sekitar 34 ribu hektare, dan sudah berjalan,” kata Rendy, di Palangka Raya, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, capaian program hingga April 2026 sudah berada di atas 80 persen dan diperkirakan masih akan terus bertambah hingga menembus 40 ribu hektare.

“Target kita per bulan. Untuk April sudah di atas 80 persen. Mudah-mudahan bisa tembus 40 ribu hektare,” ujarnya.

Rendy menjelaskan, wilayah Kabupaten Pulang Pisau menjadi salah satu fokus pengembangan cetak sawah karena memiliki kawasan pembukaan lahan yang cukup luas.

“Lokasi cetak sawah tidak perlu jauh-jauh kemungkinan di wilayah Pulang Pisau karena di sana paling banyak,” katanya.

Selain mengejar target tanam, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengelolaan lahan pertanian baru. Salah satunya melalui program vokasi D1 pertanian yang diarahkan untuk mencetak petani muda atau petani milenial.

Ia menilai kebutuhan tenaga pertanian masih tinggi seiring bertambahnya luas lahan yang dibuka pemerintah.

“Memang Brigade Pangan sudah terbentuk, kurang lebih 258, tapi dengan luas lahan yang dibuka kita masih kekurangan,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemprov Kalteng juga mulai mengantisipasi dampak perubahan iklim dan potensi El Nino terhadap produktivitas pertanian. Sejumlah langkah mitigasi dilakukan, mulai dari penguatan jaringan irigasi hingga penggunaan varietas tahan kekeringan.

“Pertama menjaga ketersediaan air melalui jaringan irigasi. Kemudian pompanisasi untuk daerah yang kekurangan air. Lalu penggunaan varietas tahan kekeringan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan program cetak sawah tersebut didukung pendanaan dari pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian.ldw/ded-red

 

-
-
-