PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID – Tingginya curah hujan pada Minggu (17/5/2026), membuat ruas jalan Lintas Trans Palangka Raya-Kuala Kurun, tepatnya di sepanjang Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah terendam banjir.
Selain merendam ruas jalan, banjir juga mulai menggenangi beberapa rumah warga di RT 02, Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.
Kepala Desa Bukit Liti Heri Tuah, Senin (18/5/2026), mengatakan, banjir tersebut diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi beberapa hari sebelumnya, dan datangnya arah air dari sebelah timur Desa Bukit Liti.
“Air datang dari belakang Bukit Liti, artinya ini bukan dari luapan Sei Kahayan,” ujar Heri Tuah.
Menyikapi kondisi daerah ini, Kades Bukit Liti telah menyampaikan laporan tersebut melalui surat Nomor 94/PD.BL/ V/2026 kepada Bupati Pulpis serta BPBD Kabupaten Pulpis. Ketinggian air saat ini, kata Kades, mencapai 50 Cm dengan panjang jalan yang terendam 80 meter.
“Tidak menutup kemungkinan ada peningkatan volume air, karena melihat potensi curah hujan yang cukup tinggi,” terangnya.
Hingga Minggu malam, kondisi air terus mengalami peninggian dan ruas jalan trans Kalimantan Palangka Raya-Kuala Kurun masih tergenang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pulpis Herman Wibowo melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Tekson menghimbau kepada masyarakat dan pengguna jalan yang ingin bepergian ke Kecamatan Banama Tingang atau ke Kabupaten Gunung Mas untuk sementara waktu menunda perjalanannya.
“Untuk sementara waktu dapat menunda dulu perjalanannya, bila menggunakan kendaraan roda 2 dan roda 4 yang mobilnya jenis kecil seperti Agya atau Ayla. Oleh kondisi air yang mengenangi jalan di Desa Bukit Liti,” imbau Tekson.
Lebih laniut, kondisi sekarang ini menurutnya kedalaman air bervariasi di sepanjang ruas jalan mencapai 49 cm dan panjang telah mencapai 250 meter. “Mohon dipertimbangkan lagi perjalanannya,” tandas Tekson.
Selain dampak banjir tersebut, masyarakat Desa Bukit Liti juga menghawatirkan terjadinya longsor yang bisa berdampak terputusnya ruas jalan di desa tersebut.
Kepala Desa Bukit Liti, Heri Tuah mengatakan,
akibat banjir di Jalan Lintas Trans Kalimantan itu, akan terus mengalir dan turun menuju ke jalan-jalan Desa Bukit Liti.
“Jadi, jalan desa di kampung saya hari ini banjir. Yang kami khawatirkan di Bukit Liti ini, jika air itu mengalir sampai ke dalam kampung, maka akan terjadi longsor, jika air itu turun ke DAS Kahayan,” bebernya.
Heri Tuah menambahkan, sebelumnya di pinggiran DAS Kahayan dengan ruas jalan hanya berjarak empat meter, dan bahkan sudah terlihat adanya longsor, disebabkan abrasi sehingga tebing-tebing mulai terkikis.
“Sekarang ini, air itu turun terus sampai ke jalan desa, dan itu yang kita khawatirkan, jika terus mengalir dan sampai turun ke DAS Kahayan, maka akan terjadi longsor dan bahkan bisa memutus jalan,” pungkasnya.
219 Jiwa Terdampak Banjir Kotim
Banjir juga masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama di Kecamatan Mentaya Hulu. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, ada 99 kepala keluarga (KK) atau 219 jiwa terdampak akibat meluapnya debit air sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Kotim Multazam mengatakan, dari tujuh wilayah yang terdampak, tiga desa dilaporkan sudah mengalami penurunan debit air atau surut, yakni Desa Sungai Hanya di Kecamatan Antang Kalang, Desa Tumbang Sangai di Kecamatan Telaga Antang, serta Desa Tumbang Mujan di Kecamatan Tualan Hulu yang hingga kini belum ada laporan pembaruan kondisi.
“Namun banjir masih terjadi di empat wilayah di Kecamatan Mentaya Hulu, yakni Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau, Desa Kawan Baru, dan Kelurahan Kuala Kuayan,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Selain berdampak pada masyarakat, ujarnya, banjir juga menggenangi berbagai fasilitas umum dan infrastruktur. Tercatat sebanyak 174 rumah warga terendam air. Kemudian, tiga tempat ibadah, delapan fasilitas pendidikan, dan satu gedung pemerintahan turut terdampak.
Tak hanya itu, banjir juga merusak dan mengganggu akses transportasi warga dengan terendamnya sekitar 2.600 meter jalan desa maupun jalan kabupaten.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan aparat kecamatan serta desa untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Masyarakat di wilayah rawan banjir diimbau tetap waspada, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan. Petugas juga terus melakukan pendataan untuk memastikan kondisi terkini di setiap wilayah terdampak,” pungkasnya. mye/may/red











