-
Hukrim

‎Kedai Toko Kopi Bumi Ludes Terbakar

205
×

‎Kedai Toko Kopi Bumi Ludes Terbakar

Sebarkan artikel ini
-

‎‎Foto tabengab/Ade

‎Terbakar : Coffe Shop dan toko Kedai Kopi di Jalan Kutilang, Kelurahan Langkai, Kecamatan Jekan Raya, terbakar hebat pada Sabtu dini hari sekitar pukul 03.17 WIB. Tim gabungan dari petugas pemadam kebakaran berjibaku saat memadamkan kebakaran.

 

‎PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah kedai coffee shop sekaligus toko bernama “Toko Kopi Bumi” di Jalan Kutilang, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Sabtu dini hari (23/5/2026) sekitar pukul 03.17 WIB.

‎Kesunyian malam mendadak pecah saat kobaran api disertai kepulan asap tebal membumbung tinggi dari bangunan tersebut. Suara sirene mobil pemadam kebakaran yang berdatangan ke lokasi pun menambah kepanikan warga sekitar.

‎Peristiwa itu menghanguskan bangunan kafe dan toko yang diketahui beroperasi selama 24 jam dengan luas sekitar 40 x 50 meter persegi. Bangunan semi permanen berbahan beton tersebut beserta sejumlah perabot dan barang di dalamnya dilaporkan ludes terbakar. Saat kejadian, sebagian pengunjung disebut masih berada di area kafe, baik di dalam maupun di luar bangunan.

‎Salah seorang saksi, Cristian Damel, mengatakan api pertama kali terlihat berasal dari area dapur saat dirinya tengah melayani pesanan pelanggan.

‎Menurut Cristian, sebelum kebakaran terjadi, seorang pelanggan yang berada di bagian depan memesan kentang goreng. Setelah pesanan diantarkan, ia melihat kobaran api mulai muncul dari bagian dapur dan berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

‎“Saat melihat api saya meminta bantuan kepada orang di depan untuk memadamkan api menggunakan kain basah,” ujarnya.

‎Upaya pemadaman kemudian dilanjutkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Sempat terlihat mengecil, namun kobaran api kembali membesar setelah isi APAR habis. Api kemudian dengan cepat merembet ke bagian plafon hingga membakar seluruh bangunan.

‎Sementara itu, warga sekitar bernama Benrio mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan warga dan suara sirene mobil pemadam kebakaran.

‎“Saya waktu terbangun orang sudah berteriak kebakaran. Pas saya keluar rumah, api sudah membesar,” kata Benrio.

‎‎Ia juga mengaku sempat mendengar dua kali suara ledakan saat api mulai membesar. Selain itu, tercium bau gas menyengat dari arah bangunan yang terbakar.

‎“Kalau letupan pas apinya sudah besar dan keluar-keluar seperti ada bau gas waktu itu,” tuturnya.

‎‎Sejumlah tim pemadam kebakaran dari pemerintah kota dan provinsi, dibantu relawan serta warga setempat, berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Dalam proses pemadaman, seorang relawan pemadam kebakaran dilaporkan mengalami kelelahan dan sesak napas akibat menghirup asap tebal. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian setelah seluruh personel gabungan dikerahkan.

‎Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, pemilik coffee shop diperkirakan mengalami kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.

‎Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas juga masih melakukan pendataan terkait total kerugian akibat peristiwa tersebut. mak/redfwa.

-
-
-