PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Gangguan traffic light di simpang empat Jalan Tingang dan Jalan Bukit Keminting, Kota Palangka Raya, sempat dikeluhkan warga karena menyebabkan perlambatan arus lalu lintas pada Minggu (24/5/2026) malam.
Keluhan tersebut ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial setelah lampu lalu lintas di kawasan itu mengalami error dan memicu antrean kendaraan dari berbagai arah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Palangka Raya Hadi Suwandoyo, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat sekitar pukul 18.15 WIB usai waktu magrib.
“Kurang lebih setengah jam setelah laporan masuk, tim teknis langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” ujarnya saat meninjau lokasi, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, gangguan terjadi akibat perubahan pada sistem timer yang dipicu tegangan listrik tidak stabil. Selain itu, kelembapan pada kabel bawah tanah juga memengaruhi sistem traffic light.
“Timer mengalami penurunan akibat arus listrik yang naik turun. Di sisi lain, kelembapan pada kabel bawah tanah turut memengaruhi sistem,” katanya.
Menurut Hadi, kondisi tersebut dipicu adanya bekas potongan jalan dan pekerjaan pelebaran ruas di sekitar simpang yang menyebabkan area kabel bawah tanah menjadi lembap.
Akibat gangguan tersebut, arus lalu lintas di simpang Jalan Tingang dan Jalan Bukit Keminting sempat mengalami perlambatan cukup signifikan selama sekitar setengah jam hingga satu jam.
Dishub Palangka Raya kemudian langsung melakukan penanganan dengan mengirim tim teknis ke lokasi untuk mengatur ulang sistem timer. Setelah dilakukan perbaikan, kondisi traffic light kembali normal dan arus lalu lintas berangsur lancar.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub juga menempatkan personel di lokasi selama beberapa hari ke depan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memastikan kondisi tetap terkendali.
“Selama kurang lebih satu minggu ke depan kami menempatkan empat personel di simpang tersebut untuk membantu pengaturan lalu lintas karena masih ada beberapa titik jalan yang mengalami perlambatan,” ungkapnya.
Hadi menjelaskan sistem traffic light di simpang tersebut telah menggunakan pengaturan otomatis yang disesuaikan dengan tingkat kepadatan kendaraan pada jam tertentu.
“Ada beberapa pola pengaturan timer yang otomatis berubah mengikuti jam sibuk maupun jam normal,” jelasnya.
Ia menambahkan seluruh sistem pengaturan tersebut telah mengacu pada ketentuan Kementerian Perhubungan terkait manajemen dan rekayasa lalu lintas.
Meski gangguan seperti ini jarang terjadi, Hadi mengakui sistem elektronik traffic light tetap berpotensi mengalami kendala akibat cuaca ekstrem maupun tegangan listrik yang tidak stabil.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat melapor melalui media sosial sehingga penanganan dapat segera dilakukan. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi,” pungkasnya. dte/redfwa











