Autopsi-Jenazah Anton Kurniawan saat dilakukan autopsi oleh petugas forensi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.FOTO TABENGAN.ADE
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Anton Kurniawan, terpidana seumur hidup dalam kasus pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, dan penembakan terhadap seorang sopir ekspedisi pada 2024 lalu, ditemukan meninggal dunia di ruang isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, Anton ditemukan dalam kondisi tengkurap tidak bernyawa di sel isolasi khusus tahanan pada Sabtu (30/5/2026) malam. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 02.00 WIB untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kabar meninggalnya mantan anggota kepolisian tersebut langsung menyita perhatian publik. Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya Anton sempat menjadi sorotan setelah diduga terlibat dalam upaya pelarian dari dalam lapas.
Dalam peristiwa tersebut, Anton dikabarkan sempat menguasai sebuah senjata api (senpi) di lingkungan lapas. Senjata tersebut diduga masuk ke dalam lapas melalui aksi penyelundupan yang dilakukan istrinya, saat ini penyelundupan senpi tersebut telah menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat berwenang.
Namun demikian, upaya pelarian tersebut berhasil digagalkan oleh petugas lapas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun gangguan keamanan yang lebih luas.
Usai ditemukan meninggal dunia, jenazah Anton langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi di ruang Kompartemen Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Unit Forensik.
Proses autopsi berlangsung sejak sekitar pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB guna mengungkap penyebab pasti kematian yang bersangkutan. Isak tangis dari sanak keluarga dari Anton mengiringi kematiannya, mereka juga turut hadir dalam proses autopsi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dokter forensik, kepolisian, maupun Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) belum memberikan keterangan resmi terkait hasil autopsi maupun penyebab pasti kematian Anton Kurniawan.
Sementara itu, aparat terkait masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Masyarakat diminta menunggu hasil pemeriksaan forensik dan penyelidikan resmi sebelum mengambil kesimpulan mengenai penyebab kematian terpidana tersebut. mak/redfwa.











