-
PEMPROV KALTENG

Hampir 100 Sekolah di Kalteng Akan Direvitalisasi 2026

443
×

Hampir 100 Sekolah di Kalteng Akan Direvitalisasi 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Muhammad Reza Prabowo
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kabar baik bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng). Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana merevitalisasi hampir 100 sekolah di wilayah Kalteng pada tahun 2026.

Program revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalteng.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Muhammad Reza Prabowo mengungkapkan hal tersebut, saat ditemui awak media usai pelantikannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan definitif di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Selasa (26/5).

Menurut Reza, rencana revitalisasi sekolah itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Kalteng beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut dinilai membawa dampak positif bagi pengembangan sektor pendidikan di daerah.

“Untuk revitalisasi sekolah itu alhamdulillah kemarin kita kedatangan Bapak Wakil Menteri Pendidikan dan banyak membawa berkah datang ke Kalimantan Tengah. Mendekati 100 lebih sekolah yang akan direvitalisasi di tahun 2026 ini,” ujar Reza.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pemerintah masih melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah-sekolah yang diusulkan menerima bantuan revitalisasi. Oleh karena itu, daftar final sekolah penerima program belum dapat diumumkan kepada publik.

Meski demikian, pihaknya optimistis jumlah sekolah yang mendapatkan bantuan revitalisasi masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan evaluasi yang sedang berlangsung.

“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar semakin banyak sekolah di Kalimantan Tengah yang memperoleh program revitalisasi. Terutama untuk satuan pendidikan SMA, SMK, dan sekolah khusus yang menjadi kewenangan provinsi,” katanya.

Reza juga berharap perhatian pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan tidak hanya menyasar jenjang pendidikan menengah, tetapi juga sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten dan kota.

“Harapannya tentu SD dan SMP juga semakin membaik. Karena peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh dari semua jenjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, program revitalisasi tersebut akan tersebar di berbagai kabupaten di Kalteng. Bahkan khusus untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), jumlah sekolah yang direncanakan menerima bantuan revitalisasi mencapai hampir 70 sekolah.

“Di SMK saja sudah mendekati sekitar 70 sekolah yang akan direvitalisasi. Itu cukup banyak dan jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perhatian Bapak Presiden terhadap dunia pendidikan di Kalimantan Tengah sangat luar biasa,” ungkapnya.

Menurut Reza, penentuan sekolah penerima program revitalisasi dilakukan secara objektif berdasarkan data yang terintegrasi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan platform pendidikan daerah, Pena Kalteng. Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi sekolah berdasarkan tingkat kerusakan serta kebutuhan prioritas masing-masing satuan pendidikan.

“Kita lihat klasifikasi mana sekolah yang rusak ringan, mana yang rusak berat, mana yang menjadi atensi. Semua berdasarkan data sehingga program yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Selain pembangunan ruang belajar dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya, program revitalisasi juga akan memperhatikan aspek kebersihan lingkungan sekolah, termasuk kondisi sanitasi dan toilet.

Menurut Reza, perhatian terhadap fasilitas sanitasi menjadi salah satu arahan penting dari Presiden RI, Prabowo Subianto, maupun Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

“Pak Presiden dan Pak Gubernur juga menginginkan toilet-toilet sekolah itu lebih bersih, lebih bagus, lebih nyaman. Karena salah satu indikator sekolah itu bersih atau tidak bisa dilihat dari toiletnya,” tegas Reza.

Ia menambahkan, hasil final terkait jumlah sekolah penerima revitalisasi diperkirakan mulai diketahui pada Juli 2026 setelah seluruh proses verifikasi dan validasi selesai dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dengan adanya program tersebut, Pemerintah Provinsi Kalteng berharap kualitas sarana pendidikan semakin meningkat sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik di daerah. ldw/ded-red

 

-
-
-