-
PENDIDIKAN

English Hours, Cara FKIP UPR Tingkatkan Literasi dan Kemampuan Bahasa Inggris

174
×

English Hours, Cara FKIP UPR Tingkatkan Literasi dan Kemampuan Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini
LITERASI- English Hours bersama Isidro dan Miranda dari Colombia dan Ekuador. FOTO SISIL untuk TABENGAN
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) meluncurkan program “English Hours” sebagai upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris masyarakat sekaligus memperkuat budaya literasi di Kalimantan Tengah.

Program yang digagas oleh tim pengabdian dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UPR tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan digelar secara rutin di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan AIS Nasution Nomor 11, Palangka Raya.

“English Hours” dirancang sebagai ruang belajar bahasa Inggris yang menyenangkan, interaktif, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan. Kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dengan menghadirkan penutur asli (native speaker) dari berbagai negara.

Ketua Tim Pengabdian FKIP UPR, Susan Ira Nova, mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap pentingnya penguasaan bahasa asing di era globalisasi. Melalui pemanfaatan fasilitas publik seperti perpustakaan, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris sekaligus menumbuhkan minat berkunjung ke perpustakaan.

“Kami menyadari bahwa bahasa Inggris merupakan salah satu kunci untuk membuka berbagai peluang di masa depan. Melalui English Hours, kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang santai, tanpa tekanan, dan dapat diakses oleh siapa saja. Perpustakaan menjadi tempat yang tepat untuk memadukan literasi membaca dengan praktik berbahasa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga melibatkan mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris yang dikoordinasikan oleh Noor Wasilah, Anisa Dear Berutu, dan Ahmad Fahrezi.

Sejak dimulai pada 18 April 2026, English Hours telah menghadirkan berbagai aktivitas edukatif dan kreatif menggunakan bahasa Inggris, seperti mewarnai, memasak, permainan interaktif, hingga diskusi santai bersama narasumber. Kegiatan tersebut telah diikuti ratusan pengunjung Perpustakaan Provinsi Kalimantan Tengah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, perpustakaan terbuka bagi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam meningkatkan literasi masyarakat.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi semua pihak yang memiliki tujuan untuk meningkatkan literasi di Kalimantan Tengah, termasuk literasi berbahasa Inggris,” katanya.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan perpustakaan daerah dapat terus berlanjut serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Kalimantan Tengah.

Salah seorang peserta, Onasis, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, English Hours menjadi wadah yang efektif untuk melatih keberanian berkomunikasi dalam bahasa Inggris, baik dengan sesama peserta maupun penutur asli.

“Ini kegiatan yang sangat bagus karena kami ditantang untuk berani berbicara dalam bahasa Inggris dengan orang lain maupun native speaker. Harapannya kegiatan ini terus berlanjut dan semakin berkembang,” ujarnya.

Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah dasar, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum, diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan English Hours yang digelar setiap akhir pekan di Perpustakaan Provinsi Kalimantan Tengah. red

 

-
-
-